UINSW Newsroom – Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri resmi melantik sebanyak 605 lulusan dari jenjang Sarjana (S-1), Magister (S-2), dan Doktor (S-3) dalam prosesi Wisuda Gelombang III Tahun 2026. Acara yang berlangsung secara khidmat tersebut digelar di Gedung Sport Center UIN Syekh Wasil Kediri pada Kamis (20/8/2026).
Sidang Senat Terbuka ini dihadiri langsung oleh jajaran senat universitas, jajaran rektorat, pimpinan fakultas, para dosen, serta para orang tua dan wali wisudawan. Pelaksanaan wisuda periode ini sekaligus menambah daftar panjang kontribusi UIN Syekh Wasil Kediri dalam mencetak sumber daya manusia berpendidikan, di mana total alumni kampus kini telah menembus lebih dari 18 ribu orang sejak awal berdirinya.
Dari total 605 wisudawan yang dilantik, 91 persen di antaranya berhasil menyelesaikan masa studi dengan meraih predikat cumlaude atau dengan pujian. Para lulusan tersebut mencakup mahasiswa S-1 dari empat fakultas yang ada di lingkungan UIN Syekh Wasil Kediri, serta lulusan dari Program Pascasarjana untuk jenjang Magister dan Doktor.
Pihak rektorat juga mengumumkan jajaran lulusan terbaik pada masing-masing jenjang. Predikat wisudawan terbaik jenjang S-1 diraih oleh Fahema Hadia Aza dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Pada jenjang S-2, predikat terbaik disandang oleh Trixysi Eka Maryam dari Program Studi Pendidikan Agama Islam. Sementara itu, untuk jenjang S-3, gelar wisudawan terbaik diraih oleh Miftakhur Rohmah dari Program Studi Studi Islam. Selain itu, predikat lulusan termuda pada gelombang ini diraih oleh Nafna Fitriyanti dari Program Studi Tadris Bahasa Indonesia yang berhasil menyelesaikan studi S-1 pada usia 20 tahun 9 bulan.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Syekh Wasil Kediri Wahudul Anam menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab akademis dan sosial di tengah masyarakat. Rektor menggarisbawahi tiga pesan utama yang harus dipegang teguh oleh para wisudawan.
Pertama, lulusan diharapkan untuk terus mengamalkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di bangku kuliah tanpa bersikap pesimis dalam menghadapi persaingan global.
"Jangan setengah-setengah dalam mencari dan mengamalkan ilmu. Jangan khawatir, selama ilmu itu memberikan manfaat bagi masyarakat, Allah pasti memberikan rezeki. Lulusan UIN tidak boleh pesimis," ujar Rektor dalam pidato senatnya.
Kedua, Rektor mendorong para alumni jenjang Sarjana untuk tidak cepat puas dan melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, baik S-2 maupun S-3, guna memperdalam keilmuan serta meningkatkan daya saing profesional.
Ketiga, Rektor menekankan pentingnya loyalitas dan kontribusi nyata kepada bangsa dan negara. Sebagai alumni perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, para lulusan diharapkan menjadi pelopor solusi dan penyebar pemikiran moderat di masyarakat, bukan menjadi beban bagi negara.
"Kita hidup di negara yang merdeka. Jangan sampai alumni dari UIN ini justru menjadi problem bagi negara. Saya berharap lulusan UIN Syekh Wasil Kediri memiliki peran strategis dan kemampuan untuk mengabdi secara luar biasa," tegasnya.
Di samping menyampaikan amanat, Rektor turut memaparkan kebijakan apresiasi kampus terhadap mahasiswa berprestasi, khususnya bagi para penghafal Al-Qur'an (tahfiz). Kampus memberlakukan pemotongan hingga pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) berdasarkan jumlah hafalan. Mahasiswa dengan hafalan 5 juz berhak masuk ke UKT kelompok 2, hafalan 15 juz mendapatkan UKT kelompok 1, sedangkan mahasiswa yang berhasil mengkhatamkan hafalan 30 juz dibebaskan secara penuh dari biaya UKT selama masa studi.
Rangkaian acara wisuda ini ditutup secara resmi dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Ploso, Mojo, Kediri, Gus Ma’mun. Dalam doanya, ia berharap para alumni diberikan keberkahan ilmu dan kemudahan dalam menempuh jalan karir serta pengabdian masyarakat, sekaligus mendoakan agar UIN Syekh Wasil Kediri terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul.
Penulis : Ajeng Susi Erlina | Editor: Ropingi el-Ishaq





