UINSW Newsroom - Halal Center Universitas Islam Syekh Wasil melanjutkan rihlah kuliner ke usaha mikro dan kecil (UMK), jagad food di Desa Klanderan Kecamatan Ploso Klaten Kabupaten Kediri pada Rabu siang kemarin (26/11/2025).
UMK yang memproduksi brownies dengan aneka rasa ini berada di desa dan masuk melalui jalan kecil yang relatif tidak begitu menonjol sebagai tempat industry makanan. Tidak ada papan nama di depannya, sehingga bagi konsumen yang belum pernah datang, harus bertanya-tanya terlebih dahulu. Namun demikian nama jagad food sudah dikenal di jagad online.
UMK ini telah mendaftarkan sertifikat halal atas produk-produknya. Sertifikat halalnya telah terbit, yang berarti brownies yang diproduksi oleh jagad food dinyatakan sebagai produk yang halal dan aman dikonsumsi.
Tim Halal Center berkunjung untuk memastikan kembali mengenai tempat produksi, bahan, proses, pengemasan, serta penyimpanan produknya apakah sesuai dengan pengajuan yang telah disetujui atau ada perubahan.
Berdasarkan pengecekan yang dilakukan oleh Tim Halal Center bahan-bahan baku produksi seperti tepung dan minyak dipilih berdasarkan standar yang telah ditentukan dan memenuhi standar halal sebagaimana pengajuan. Artinya, bahan yang digunakan masih sama dengan bahan yang diajukan.
Dari sisi tata ruang, tempat produksinya telah ada pemisahan antara tempat penyimpanan bahan baku, ruang produksi, ruang pengemasan, dan ruang penyimpanan produk yang sudah jadi. Tim Halal Center menekankan bahwa tempat produksi itu disyaratkan untuk menyediakan ruang secara terpisah antara tempat penyimpanan bahan baku, proses produksi, pengemasan, dan penyimpanan produk yang telah jadi. Selain itu harus bersih, jauh dari toilet maupun kandang hewan, serta sistem pencucian dengan air mengalir. Hal itu harus dilakukan agar produk yang dihasilkan tidak terkontaminasi kotoran dan najis.
Dari sisi bahan baku, bahan-bahan yang digunakan seperti tepung dan gula, terlihat ada logo halalnya. Owner jagad food menuturkan, “jagad food telah dikenal di platform digital. Kami jual melalui shopee dan penilaian konsumen, alhamdulillah baik. Bintang lima. Sehingga saya tidak berani mengubah bahan baku maupun resep, karena khawatir akan mengubah rasa. Bahan baku yang kami gunakan sama dengan yang kami ajukan saat pendaftaran halal,” ujar Bu Anies kepada Tim Halal Center.
Jagad food adalah satu di antara UMK yang dikunjungi oleh Tim Halal Center UIN Syekh Wasil. Selain mengunjungi jagad food, Tim juga mengunjungi penjual dawet tradisional di Pamenang, nasi pecel, minuman ringan, kedai favorit di Pare, dan pelaku usaha lain di wilayah Kabupaten Kediri yang produknya telah disertifikasi halal. Sekali lagi kunjungan ini untuk memastikan bahwa para pelaku usaha tetap mematuhi prinsip-prinsip halal dalam poses produksinya, sehingga makanan dan minuman yang beredar terjamin kehalalannya. Halal karena bahannya, prosesnya, serta pengemasannya.
“Memastikan produk yang telah tersertifikasi halal tetapi mematuhi standar halal menjadi bagian dari tanggungjawab kami sebagai lembaga pendamping halal,” kata Ropi’i, sapaan akrab Direktur Halal Center UIN Syekh Wasil kepada setiap pelaku usaha yang dikunjunginya.
Penulis: Aziza Anggi Maiyanti I Editor: Ropingi el Ishaq






