UINSW Newsroom – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri, Bambang Iswahyoedhi, mendorong para mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri untuk mulai mengubah pola pikir dan cara belajar pada kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026, Rabu (26/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bambang menyebut bahwa dunia perkuliahan menuntut perubahan perilaku serta mindset bagi para mahasiswa baru. Menurutnya, status sebagai mahasiswa juga turut membawa konsekuensi tanggung jawab yang berbeda. Bambang menekankan bahwa mahasiswa harus bertindak lebih aktif dan mandiri baik di bidang akademik maupun nonakademik.
“Mahasiswa dituntut untuk menjadi self-directed learner, yaitu pembelajar yang mengarahkan dirinya sendiri, bukan menunggu disuruh, tetapi harus dapat menyampaikan inisiatif sendiri,” sebut Bambang.
Dalam proses tersebut, mahasiswa setidaknya perlu memiliki empat kemampuan utama. Pertama, menentukan apa yang ingin dipelajari. Kedua, memahami mengapa hal tersebut penting untuk dipelajari. Ketiga, mencari cara yang tepat untuk mempelajarinya. Keempat, melakukan evaluasi terhadap hasil belajar yang telah dilakukan.
Selain kompetensi akademik, Bambang mengingatkan mahasiswa agar tidak mengabaikan etika. Bambang menyebut prestasi akademik yang baik harus berjalan beriringan dengan sikap, karakter, dan etika dalam kehidupan kampus maupun bermasyarakat.
Bambang juga mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia selama berkuliah termasuk keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan.
“Manfaatkan kesempatan berkuliah untuk terjun ke dunia organisasi. Pengalaman berorganisasi inilah yang akan menunjukkan pengalaman dan kesiapan kalian ketika memasuki dunia kerja,” imbuh Bambang.
Penulis: Zuhrufi | Editor: Ropingi el-Ishaq




