Being Excellent with Islamic Values

Contact Info

Jl. Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur 64127
info@iainkediri.ac.id
0354 - 689282

Follow Us

Kolaborasi dengan ISNU Kota Kediri, LPPM UIN Syekh Wasil Kediri Gelar Sarasehan Pemanfaatan AI untuk 150 Guru dan Dosen

UINSW Newsroom – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Syekh Wasil Kediri menggelar Sarasehan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Akademik pada Rabu (23/9/2026) di Gedung Kuliah Terpadu SBSN Kampus 2 UIN Syekh Wasil Kediri. Gelaran ini merupakan kolaborasi dengan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Kediri dan dihadiri oleh 150 dosen dan guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA Kota Kediri.

Hadir dalam kegiatan ini narasumber Agus Danu Groho dari Universitas Airlangga (Unair). Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Ketua MGMP PAI SMA Kota Kediri, Ali Masduki.

Ketua LPPM UIN Syekh Wasil Kediri, Moh. Shofiyul Huda menyebut bahwa kegiatan ini digelar sebagai upaya tenaga pendidik dalam merespon penggunaan AI di lingkungan akademik. Shofiyul Huda menyampaikan bahwa pemanfaatan AI menjadi salah satu isu yang semakin mendapat perhatian di lingkungan pendidikan karena dapat digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas akademik.

"Kami berharap kegiatan ini bisa memberi wawasan dan keterampilan untuk menunjang pekerjaan civitas akademika agar lebih maksimal," terangnya. 

Menurutnya, kehadiran AI memberikan peluang yang luas untuk mendukung berbagai aktivitas, mulai dari pencarian dan pengelolaan informasi, penyusunan materi pembelajaran, pengembangan ide penelitian, hingga membantu proses penulisan akademik.

Sementara itu, Ketua ISNU Kota Kediri, Moh. Asror Yusuf, mengatakan kolaborasi dengan LPPM UIN Syekh Wasil Kediri ini merupakan langkah untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan jenjang pendidikan menengah dalam menyikapi perkembangan teknologi, khususnya AI.

"Perkembangan AI perlu direspons secara konstruktif oleh kalangan akademisi dan pendidik. AI tidak semestinya hanya dipandang sebagai teknologi yang menggantikan pekerjaan manusia, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai instrumen untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja akademik," ungkapnya. 

Asror menambahkan, pemanfaatan AI juga membutuhkan kecakapan baru dari para pendidik. Guru dan dosen tidak hanya dituntut untuk mampu mengoperasikan berbagai aplikasi berbasis AI, tetapi juga perlu memiliki kemampuan memverifikasi informasi, menjaga integritas akademik, mencantumkan sumber secara tepat, serta menempatkan AI sebagai alat bantu tanpa mengesampingkan proses berpikir kritis.

Dengan berlangsungnya kegiatan ini, diharapkan pembahasan terkait AI dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada para pendidik mengenai peluang sekaligus tantangan pemanfaatannya dalam dunia pendidikan. 

Penulis: Zuhrufi  |  Editor: Ropingi el-Ishaq

Berita Lainnya