UINSW Newsroom - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk kembali meneguhkan Pancasila sebagai pijakan dalam menjaga persatuan sekaligus menghadapi berbagai tantangan kehidupan berbangsa. Dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” UIN Syekh Wasil Kediri merefleksikan pentingnya menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kebangsaan, keagamaan, dan kemasyarakatan.
Refleksi tersebut disampaikan Wakil Rektor I UIN Syekh Wasil Kediri, Taufik Alamin, usai memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang berlangsung di halaman Perpustakaan UIN Syekh Wasil Kediri, Kamis (1/10/2026).
Menurut Taufik, peringatan 1 Oktober kembali mengingatkan bahwa keteguhan dalam memegang nilai-nilai Pancasila beserta aturan dan norma yang terkandung di dalamnya merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan bangsa. Pancasila menjadi pijakan agar bangsa Indonesia tidak hanya mampu menghadapi berbagai tantangan internal maupun eksternal, tetapi juga mampu merespons perubahan zaman.
“Dengan memperingati 1 Oktober, kita kembali diingatkan bahwa memegang teguh nilai-nilai Pancasila dengan segala aturan dan norma yang terkandung di dalamnya adalah jaminan bahwa kita akan hidup sebagai sebuah bangsa yang tidak hanya bisa selamat dari tantangan eksternal dan internal, tetapi kita juga bisa menjawab tantangan zaman,” ungkapnya.
Bagi Taufik, kemampuan menjawab tantangan zaman harus berjalan beriringan dengan keteguhan bangsa dalam mempertahankan nilai-nilai yang menjadi jati dirinya. Dengan demikian, Indonesia dapat terus berkembang dan berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain tanpa kehilangan pijakan nilai yang menyatukan seluruh elemen masyarakat.



Dalam kehidupan masyarakat yang beragam, Pancasila juga memiliki makna penting dalam membangun kerukunan. Terlebih bagi lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam, pengamalan nilai-nilai Pancasila dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai keislaman melalui hubungan yang baik dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia.
“Kita bisa menjadi umat yang selalu tahu bagaimana kita berbakti kepada Allah, kepada sesama manusia, serta menjaga kerukunan,” tuturnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa persatuan tidak sekadar dimaknai sebagai kesamaan, melainkan kemampuan untuk hidup berdampingan dalam keberagaman dengan tetap menjunjung nilai kemanusiaan, toleransi, dan kerukunan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan dan sosial yang kuat.
Karena itu, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak berhenti pada pelaksanaan upacara, tetapi menjadi pengingat untuk terus membawa nilai-nilai Pancasila dalam setiap ruang kehidupan. Bagi sivitas akademika UIN Syekh Wasil Kediri, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui sikap saling menghargai, menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta menjalankan tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat dan bangsa.
Taufik menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut perlu dijaga secara konsisten, tidak hanya dalam momentum peringatan tertentu.
“Ini yang harus kita jaga sampai kapanpun dan dimanapun kita berada,” pungkasnya.
Penulis: Berlyan Noviyanti | Editor: Ropingi el-Ishaq





