UINSW Newsroom – Rektor Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri, Wahidul Anam, menyampaikan dukungan atas gagasan Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, tentang pentingnya langkah nyata dalam aksi kemanusiaan antar umat beragama. Gagasan Menag disampaikan pada Pertemuan Internasional untuk Perdamaian Sant'Egidio di Assisi, Italia.
Rektor Wahidul Anam menilai, upaya Menag dalam forum bertajuk "Opening Assembly – Unarmed and Disarming Peace” tersebut merupakan salah satu urgensi yang harus segara dilakukan. Menurutnya, dialog antarumat beragama seperti ini akan mampu membawa langkah-langkah konkret untuk mewujudkan perdamaian global.
“Langkah Menag dalam forum internasional tersebut merupakan wujud kehadiran pemimpin agama serta peran aktif Indonesia dalam mendukung terwujudnya stabilitas dan kerukunan umat di tingkat global. Kami mendukung penuh upaya ini sebagai wujud dukungan perdamaian umat lintas agama,” sebut Wahidul Anam.
Dengan langkah ini, Menag berharap dialog keagamaan tidak hanya berakhir pada kegiatan seremonial dan perjanjian di atas kertas, namun benar-benar menghasilkan aksi nyata dalam gerakan perdamaian serta pelestarian lingkungan. Melalui ‘bahasa agama’ sebagai inti dalam hubungan internasional, hal ini diharapkan mampu mengurangi permusuhan psikologis ketika diplomasi politik dan militer konvensional yang tidak mampu mencapai titik temu.
Dalam forum yang juga dihadiri oleh ratusan delegasi dari berbagai negara, gagasan Menag mendapat beragam dukungan dari pemimpin agama dunia. Dukungan ini di antaranya berasal dari Kardinal Matteo Zuppi selaku Ketua Konferensi Waligereja Italia, Rabi Kepala Haïm Korsia selaku Rabi Agung Prancis, serta Delegasi Kristen Ortodoks Timur dan Ekumenis. Para pemimpinan agama tersebut menyampaikan hal senada yang mendukung adanya aksi nyata berkelanjutan untuk mengurangi konflik yang kerap terjadi.
Rektor Wahidul Anam juga menambahkan bahwa sebagai pimpinan perguruan tinggi keagamaan negeri, UIN Syekh Wasil Kediri siap mendukung implementasi ini melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada toleransi, moderasi beragama, dan dialog lintas agama.
Penulis: Zuhrufi | Editor: Ropingi el-Ishaq




