Being Excellent with Islamic Values

Contact Info

Jl. Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur 64127
[email protected]
0354 - 689282

Follow Us

Resmikan Alih Status UIN Syekh Wasil Kediri dan Gedung Baru, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Usung Penguatan Ekoteologi di Lingkup Perguruan Tinggi

UINSW Newsroom – Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar secara resmi menandatangani prasasti alih status kelembagaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri pada Sabtu (20/6/2026). Selain meresmikan alih status kelembagaan, Menag juga meresmikan tiga gedung perkuliahan baru UIN Syekh Wasil Kediri.

Tiga gedung baru yang diresmikan meliputi Gedung SBSN Tahun 2023, Gedung SBSN Tahun 2025, dan Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Kehadiran Menag beserta jajaran pejabat eselon I Kementerian Agama disambut hangat oleh Rektor UIN Syekh Wasil Kediri Wahidul Anam serta para sivitas akademika UIN Syekh Wasil Kediri. Selain itu, kegiatan yang dilaksanakan bersamaan dengan Seminar Nasional Pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Berbasis Ekoteologi ini juga dihadiri oleh para Rektor dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Rektor Wahidul Anam menyampaikan rasa syukur atas peresmian fasilitas baru ini. Ia menyampaikan bahwa pengembangan kampus akan terus berjalan seiring waktu untuk menunjang kegiatan akademik para mahasiswa. "Saat ini ada tiga gedung baru dan semoga tahun berikutnya bisa bertambah lagi," harapnya.

Ia juga memaparkan bahwa alih status ini merupakan buah dari perjalanan panjang kelembagaan sejak tahun 1961 yang bermula dari Fakultas Ushuluddin Cabang IAIN Sunan Ampel Surabaya, beralih menjadi STAIN Kediri pada tahun 1998, lalu IAIN Kediri pada tahun 2018, hingga resmi menjadi Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2025. Dengan jumlah mahasiswa aktif mencapai 11.122 pada tahun 2026, ditopang 26 program studi sarjana, 7 program studi magister, dan 1 program studi doktoral, kampus ini siap mencetak lulusan profesional yang unggul dan berdaya saing.


Pada kesempatan yang sama, Menteri Agama RI menyampaikan arahannya terkait tantangan baru yang harus dihadapi UIN Syekh Wasil Kediri setelah resmi menyandang status universitas dan memiliki fasilitas gedung baru.

Menag berharap alih status kelembagaan dan peresmian gedung baru ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan fisik kampus, tetapi juga menjadi momentum peningkatan kualitas sumber daya manusia. "Saya berharap alih status kelembagaan dan peresmian gedung baru UIN Syekh Wasil Kediri ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk menjadi jauh lebih hebat serta terus meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi kampus," ujarnya.

Menag juga menyampaikan pesan agar gedung baru ini dapat dioptimalkan untuk menyatukan nilai-nilai spiritual dengan disiplin ilmu pengetahuan, budaya, dan psikologi. Melalui penguatan teologi integrasi tersebut, sivitas akademika diajak untuk tidak lagi memisahkan aspek spiritual dengan sains, melainkan menyatukannya agar agama tampil lebih kontekstual dan bermakna bagi masyarakat.


Selain itu, sejalan dengan kehadiran gedung-gedung baru ini, Menag mendorong kampus untuk mengembangkan ekoteologi, yakni konsep yang menggabungkan ilmu pengetahuan dengan ilmu alam guna memperkuat kembali hubungan manusia dengan alam semesta. Menurutnya, konsep tersebut bahkan telah mendapat perhatian dunia internasional.

"Ekoteologi yang dikembangkan Kementerian Agama kami dorong menjadi patron global. Kami telah menjalin kerja sama dengan Vatikan, dan sejumlah negara Timur Tengah juga menunjukkan ketertarikan untuk menerapkan konsep ekoteologi ini ke dalam kurikulum berbasis cinta," tegasnya.

Lebih lanjut, Menag menekankan pentingnya peran perguruan tinggi keagamaan dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Kehadiran dirinya bersama para pejabat Kementerian Agama dan para rektor PTKIN diharapkan mampu memberikan semangat serta arah pengembangan kampus yang berkelanjutan.

"Kehadiran kami bersama para pejabat dan rektor adalah untuk memberikan motivasi serta arahan strategis melalui perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang agar kampus siap menjemput masa depan yang lebih baik dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045," katanya.

Kegiatan peresmian ini menandai babak baru bagi UIN Syekh Wasil Kediri dalam berkontribusi pada pengembangan ilmu keislaman, sains, dan keindonesiaan di ranah nasional maupun internasional.

Penulis: Ajeng Susi Erlina  |  Editor: Ropingi el-Ishaq

Berita Lainnya