Being Excellent with Islamic Values

Contact Info

Jl. Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur 64127
info@uinkediri.ac.id
0354 - 689282

Follow Us

UIN Syekh Wasil Kediri Cermati Data Ekonomi Daerah, Dukung Agenda Pembangunan Nasional

UINSW Newsroom - Perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan nasional. Sejumlah indikator ekonomi Kota Kediri yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada November 2026, mulai dari inflasi, tingkat penghunian kamar hotel, hingga angka kemiskinan, memberikan gambaran mengenai dinamika pembangunan daerah yang perlu dicermati, termasuk oleh perguruan tinggi. 

Humas UIN Syekh Wasil Kediri mengikuti Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) November 2026 yang diselenggarakan BPS Kota Kediri, Senin (2/11/2026). Kegiatan tersebut memaparkan tiga indikator strategis, yakni perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi Oktober 2026, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel September 2026, serta profil kemiskinan Kota Kediri Maret 2026.

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin Kota Kediri pada Maret 2026 mencapai 17,18 ribu jiwa, berkurang sekitar 750 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, garis kemiskinan tercatat sebesar Rp714.010 per kapita per bulan, meningkat Rp65.504 dibandingkan Maret 2025.


Dalam pemaparan tersebut, BPS juga mencatat Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) sebesar 0,49 dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) sebesar 0,08. Kedua indikator tersebut menunjukkan perkembangan kondisi pengeluaran penduduk miskin, tidak hanya dari sisi jumlah maupun persentasenya.

Secara historis, persentase penduduk miskin Kota Kediri menunjukkan tren penurunan. Dalam kurun waktu 2007 hingga 2026, angka kemiskinan turun dari 13,67 persen menjadi 5,75 persen. Capaian tersebut menempatkan Kota Kediri pada posisi kesepuluh dengan persentase penduduk miskin terendah di Jawa Timur.

Selain kemiskinan, BPS Kota Kediri memaparkan perkembangan inflasi Oktober 2026 yang tercatat sebesar 0,01 persen secara bulanan, 2,00 persen secara tahun kalender, dan 2,98 persen secara tahunan. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan sebesar 0,92 persen, disusul kelompok transportasi sebesar 0,69 persen.

Sementara itu, sektor perhotelan menunjukkan perkembangan melalui Tingkat Penghunian Kamar (TPK) September 2026 sebesar 34,15 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 32,48 persen. BPS mencatat peningkatan tersebut antara lain dipengaruhi penyelenggaraan berbagai kegiatan dan festival di Kediri Raya yang menarik minat wisatawan untuk menginap di Kota Kediri.

Berbagai indikator tersebut memberikan gambaran bahwa pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan kesejahteraan, daya beli, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Bagi UIN Syekh Wasil Kediri, perkembangan data sosial ekonomi daerah menjadi informasi penting dalam memahami persoalan masyarakat sekaligus memperkaya perspektif akademik. Perguruan tinggi memiliki peran strategis melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.

Isu pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat juga sejalan dengan Asta Cita ke-6 mengenai pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, serta Asta Protas Kementerian Agama melalui program pemberdayaan ekonomi umat.

Melalui pencermatan terhadap data statistik resmi, UIN Syekh Wasil Kediri turut memperkuat pemahaman terhadap dinamika pembangunan daerah sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Penulis: Berlyan N | Editor: Ropingi el-Ishaq

Berita Lainnya