UINSW Newsroom - UIN Syekh Wasil Kediri resmi meluncurkan Pusat Studi Pendidikan Al-Qur’an, Diniyah, dan Pesantren sebagai langkah memperkuat kajian dan pengembangan pendidikan Islam berbasis tradisi keilmuan Nusantara. Kehadiran pusat studi ini diharapkan menjadi ruang pengembangan akademik sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mengangkat peran strategis pesantren bagi masyarakat dan bangsa.
Peluncuran tersebut mendapat apresiasi dari Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren Kementerian Agama RI, Basnang Said. Ia menilai inisiatif UIN Syekh Wasil Kediri sebagai langkah penting dalam memperkuat identitas pesantren sebagai bagian dari kekayaan dan sejarah peradaban Nusantara. “Keren sekali UIN Syekh Wasil telah melakukan sebuah gebrakan besar untuk identitas asli Nusantara yang bernama pesantren,” ungkap Basnang Said di Auditorium Perpustakaan UIN Syekh Wasil Kediri, Kamis (29/10/2026).
Menurutnya, pesantren memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia. Jauh sebelum terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pesantren telah memainkan peran penting dalam penguatan moral, pembentukan akhlak, serta pendidikan masyarakat Nusantara.Ia juga menyoroti kekhasan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang memiliki karakter dan kultur tersendiri. Mengutip pemikiran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), pesantren merupakan subkultur yang tumbuh dan berkembang dengan nilai, tradisi, serta sistem kehidupan yang khas.

Basnang menegaskan, pesantren tidak seharusnya terus dipandang sebagai lembaga pendidikan tradisional dalam konotasi yang membatasi. Sebab, pesantren memiliki tiga fungsi utama, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga fungsi tersebut telah dijalankan pesantren jauh sebelum Indonesia terbentuk sebagai negara. Menurutnya, penguatan posisi pesantren juga telah mendapatkan landasan melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Regulasi tersebut menjadi pengakuan negara terhadap keberadaan, kekhasan, serta peran pesantren dalam pembangunan nasional.
“UIN Syekh Wasil Kediri ini tentu menjadi contoh bagi kita semuanya bahwa penting kemudian kita berpihak kepada pesantren. Sama-sama kita menyampaikan kepada publik bahwa pesantren hari ini tidak ada lagi bedanya dengan lembaga pendidikan yang lain,” tegasnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Rektor UIN Syekh Wasil Kediri, Wahidul Anam, atas ikhtiar menghadirkan pusat studi tersebut. Menurutnya, UIN Syekh Wasil menjadi perguruan tinggi kelima yang secara resmi menyampaikan inisiatif tersebut kepada Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama.
Keberadaan Pusat Studi Pendidikan Al-Qur’an, Diniyah, dan Pesantren menjadi langkah strategis bagi UIN Syekh Wasil Kediri untuk mengembangkan kajian yang lebih terarah dan berkelanjutan. Pusat studi ini diharapkan mampu menjadi wadah penelitian, pengembangan pemikiran, serta inovasi pendidikan yang berangkat dari kebutuhan dan dinamika lembaga pendidikan Islam.
Penulis: Berlyan N | Editor: Ropingi el-Ishaq






