UINSW Newsroom – Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Syekh Wasil Kediri, Taufik Alamin, mendorong mahasiswa baru untuk menjadi pembelajar yang aktif, kritis, adaptif, serta mampu memanfaatkan berbagai peluang pengembangan diri selama menempuh pendidikan di UIN Syekh Wasil Kediri pada kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Senin (24/8/2026).
Dalam paparannya, Taufik Alamin menjelaskan beragam layanan akademik serta unit pendukung yang ada di UIN Syekh Wasil Kediri. Menurut Taufik, para mahasiswa baru perlu memahami sistem akademik yang berbeda dengan jenjang pendidikan sebelumnya. Taufik secara runit menyampaikan sejumlah aspek penting yang perlu diketahui mahasiswa, mulai dari sistem kredit semester (SKS), penjaminan mutu akademik, kalender dan administrasi akademik, hingga penelitian dan publikasi ilmiah.
Menurutnya, perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa juga menuntut perubahan cara belajar. Mahasiswa tidak lagi hanya menunggu materi dari dosen, tetapi dituntut lebih aktif mencari pengetahuan, membangun argumentasi, serta berpikir kritis terhadap berbagai persoalan.
“Setelah menjadi mahasiswa, pola pembelajarannya berbeda. Mahasiswa harus lebih aktif dan kritis baik pada saat sesi perkuliahan maupun kegiatan eksternal lainnya,” tegasnya.
“Mahasiswa juga harus pandai mengatur waktu dan aktif mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan,” tambahnya.
Taufik menyebut UIN Syekh Wasil Kediri membuka ruang yang luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi di bidang akademik maupun nonakademik. Untuk mendukung pengembangan diri, mahasiswa diminta memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disediakan kampus seperti perpustakaan UIN Syekh Wasil Kediri yang telah meraih akreditasi unggul. Mahasiswa juga dapat memanfaatkan Pojok Statistik yang hadir melalui kerja sama dengan BPS Kota Kediri sebagai salah satu sumber data untuk mendukung kegiatan akademik dan penelitian.
Di tengah lingkungan kampus yang semakin beragam, mahasiswa baru juga diharapkan mampu membangun kemampuan beradaptasi dan berinteraksi dengan berbagai latar belakang. Perbedaan daerah asal, budaya, pengalaman, maupun perspektif mahasiswa dipandang sebagai kekayaan yang dapat memperluas wawasan.
Melalui PBAK 2026, mahasiswa baru diharapkan tidak sekadar mengenal lingkungan kampus, tetapi juga memahami budaya akademik dan mempersiapkan diri menjadi insan pembelajar yang mampu memanfaatkan seluruh peluang yang tersedia.
Penulis: Zuhrufi | Dokumentasi: Panitia PBAK 2026 | Editor: Ropingi el-Ishaq




