Being Excellent with Islamic Values

Contact Info

Jl. Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur 64127
[email protected]
0354 - 689282

Follow Us

Awali Survei Kerukunan Umat Beragama, LPPM UIN Syekh Wasil Paparkan Rancangan di Bappeda

UINSW Newsroom – Tim LPP UIN Syekh Wasil Kediri awali survei Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) dengan memaparkan konsep dan indikator survei kepada Pemerintah Kota Kediri di Aula Pertemuan Bappeda pada Selasa siang (14/04/2026). 

Survei IKUB di Kota Kediri dilakukan untuk mengukur tingkat kerukunan masyarakat. Tim Survei dari LPPM UIN Syekh Wasil Kediri memaparkan konsep dan indikator kerukunan pada peserta Focus Group Discusion yang berasal dari berbagai unsir di Pemerintah Kota Kediri. Hadir dalam kegiatan tersebut dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Kecamatan Pesantren, Kecamatan Mojoroto, dan perwakilan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Dari LPPM, turut hadir dalam pemaparan tersebut Ketua LPPM UIN Syekh Wasil, M. Shofiyul Huda, Sekretaris LPPM, Achmad Munif, Kepala Pusat Penelitian, Ahmad Taufiq. 

Dalam sambutannya, Ketua LPPM UIN Syekh Wasil, M. Shofiyul Huda, menyampaikan bahwa Survei IKUB ini telah berjalan setiap tahun. “Tahun ini survei IKUB tidak hanya mengukur indeks kerukunan, tetapi juga diperdalam dengan analisis kualitatif.” Harapannya, hasil survei akan lebih komprehensif.

Ketua Tim Survei, Ropingi menyampaikan bahwa survei IKUB dilakukan untuk mengetahui perkembangan tingkat kerukunan umat beragama dari tahun ke tahun. Selain analisis kuantitatif untuk mengukur tingkat kerukunan, survei tahun ini juga akan dilengkapi dengan analisis kualitatif untuk memetakan berbagai aspek yang terkait dengan kerukunan. Harapannya, survei tahun ini akan dapat melihat permasalahan secara lebih komprehensif, sehingga dapat dijadikan sebagai pijakan dalam menyusun program pembangunan di Kota Kediri.

“Mengingat Kota Kediri mengusung slogan ‘MAPAN’ (Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni, maka kerukunan umat beragama perlu menjadi perhatian serius. Sebab, dengan suasana kota yang rukun dan harmonis, maka kota akan menjadi nyaman dan ‘ngangeni’ bagi warganya untuk tinggal di dalamnya,” paparnya. 

“Tahun ini survei akan dilakukan dengan tiga variable kuantitatif dan satu variable yang akan dieksplor secara kualitatif. Tiga variable kuantitatif untuk mengukur tingkat kerukunan adalah toleransi, kesetaraan, dan kerjasama. Satu variabel yang akan didalami secara kualitatif adalah tentang kebijakan pemerintah, termasuk partisipasi masyarakat, dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama di Kota Kediri”. Demikian jelas Ketua Tim survei yang telah berulang kali memegang komando survei tentang kerukunan umat beragama di Kota Kediri.

Masih menurut Ketua Tim Survei, untuk dapat memperoleh hasil survei yang kredibel, survei tahun ini dilakukan dengan menambah jumlah responden dan metode pengambil sampel yang lebih ketat. Ada beberapa kriteria teknik pengambilan sampel yang lebih detail dan ketat. Dengan harapan, survei IKUB menghasilkan indeks kerukunan yang lebih akurat. 

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), H. Salim, menyampaikan harapannya agar pemerintah Kota Kediri dapat memperluas kepengurusan FKUB sampai pada tingkat kecamatan. “Kami sudah mengajukan susunan pengurus untuk FKUB tingkat kecamatan. Harapannya tahun ini bisa di-SK-kan agar memberikan nilai tambah saat ada survei, dan meningkatkan rangking sebagai Kota Toleran di Indonesia,” pintanya di forum kepada Bappeda.

Sementara itu, Ketua Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Nyoman Maya, menyampaikan bahwa Walikota Kediri memberikan dukungan secara serius terhadap kegiatan survei kerukunan ini. Sebab variable kerukunan masuk dalam visi dan missi yang telah dicanangkan, khususnya masuk pada poin ‘Agamis’. Jelasnya, mengutip isi dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Kediri.

Meski survei ini dilakukan setiap tahun, tetapi program ini tetap menjadi perhatian serius semua pihak. Baik Bappeda, kecamatan, maupun FKUB Kota Kediri.


Penulis: Abdul Mujib I Editor: Ropingi el-Ishaq

Berita Lainnya