UINSW Newsroom — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri bekerja sama dengan UIN Syekh Wasil Kediri menggelar kegiatan pembinaan agen statistik bagi mahasiswa di lingkungan kampus. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono, Wakil Rektor I UIN Syekh Wasil Kediri Taufik Alamin, Kepala Perpustakaan UIN Syekh Wasil Kediri Muhammad Hamim, Pembina Pojok Statistik Mahfudhotin, serta mahasiswa UIN Syekh Wasil Kediri yang tergabung sebagai agen statistik.
Kegiatan pembinaan ini menjadi bagian dari kolaborasi antara BPS dan UIN Syekh Wasil Kediri dalam memperkuat literasi data sekaligus mengenalkan berbagai program strategis BPS kepada sivitas akademika. Dalam kesempatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi dari Kandung Joko Nugroho selaku Pranata Komputer dan Maulida Nuril Dewi selaku Statistisi BPS Kota Kediri terkait pengenalan kegiatan dan produk dari BPS.


Kepala BPS Kota Kediri, Emil Wahyudiono, menyampaikan bahwa kemampuan memahami dan mengelola data menjadi keterampilan penting di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki pengalaman dan kompetensi di luar perkuliahan agar mampu bersaing di masa depan.
“Dunia kerja saat ini tanpa batas. Mahasiswa perlu dekat dengan data karena hampir semua bidang membutuhkan kemampuan pengolahan informasi untuk kepentingan banyak orang. Pengalaman organisasi dan pengalaman di luar kuliah juga menjadi nilai penting untuk pengembangan diri,” ujarnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif dalam penelitian, kompetisi, hingga program-program pengembangan akademik yang dapat menunjang kemampuan analisis data. Emil turut menyinggung pelaksanaan sensus ekonomi tahun ini yang akan menghadapi berbagai tantangan di lapangan serta mendorong para agen statistik untuk ikut serta dalam pelaksanaan sensus ini.
“Data dan metodologi harus kuat agar keputusan yang diambil benar-benar strategis,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I UIN Syekh Wasil Kediri, Taufik Alamin, menegaskan bahwa data memiliki peran penting dalam dunia akademik maupun kehidupan sosial saat ini. Menurutnya, data menjadi dasar utama dalam menghasilkan penelitian yang proporsional dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Di era post-truth seperti sekarang, data menjadi sangat krusial. Tanpa data, kita hanya akan mengikuti arah angin. Karena itu, mahasiswa harus terbiasa berpikir berdasarkan data dan fakta,” ungkapnya.


Taufik juga mengapresiasi keberadaan Pojok Statistik yang selama empat tahun terakhir telah melahirkan mahasiswa pecinta statistik dan aktif mengikuti berbagai kompetisi. Ia berharap program tersebut terus berkembang dan mampu mendukung program-program pembangunan berbasis data di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para agen statistik UIN Kediri semakin memiliki kemampuan analisis data yang baik serta mampu menjadi generasi muda yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan perkembangan informasi berbasis data.
Penulis: Zuhrufi | Editor: Ropingi el-Ishaq



