UINSW Newsroom – Gelaran kegiatan mahasiswa baru di Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri secara resmi dimulai pada Senin (24/8/2026) melalui kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Berlokasi di Gedung Sport Center UIN Syekh Wasil Kediri, pada upacara pembukaan, Rektor Wahidul Anam mendorong 2.216 mahasiswa baru untuk berkolaborasi dan membangun jejaring lintas negara dan budaya.
Dalam sambutannya, Rektor Wahidul Anam menyebut bahwa kegiatan PBAK kali ini menjadi salah satu momen spesial karena diikuti oleh para mahasiswa baru lintas negara dan budaya.
“Pada tahun ini, kita kehadiran mahasiswa dari Sudan, Afghanistan, Thailand, serta dari Kalimantan, Sumatera, hingga Sumba, Nusa Tenggara Timur. Ini adalah kesempatan yang luar biasa bagi Saudara-Saudara untuk berdiskusi serta berkolaborasi dengan teman-teman mahasiswa dari beragam latar belakang budaya,” sebut Wahidul Anam.
Wahidul Anam berharap para mahasiswa baru dapat memanfaatkan kesempatan berkuliah di UIN Syekh Wasil Kediri tidak hanya untuk mendalami bidang ilmu yang dipelajari, namun juga membangun jejaring dan berkolaborasi dengan para mahasiswa lain yang memiliki beragam latar belakang budaya baik dari dalam maupun luar negeri.





Ketua Panitia Pelaksana PBAK 2026, Agus Edi Winarto, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan PBAK ini dilaksanakan guna membekali para mahasiswa baru terkait pengetahuan kehidupan akademik di perguruan tinggi serta memahami layanan yang tersedia di lingkungan kampus.
Agus Edi menambahkan, kegiatan PBAK juga menjadi wadah bagi para mahasiswa baru untuk mempelajari hak dan kewajiban mahasiswa, mengenal organisasi kemahasiswaan, serta membangun jejaring pertemanan dan kebersamaan.
Mengusung tema besar ‘Harmoni Ekoteologi menuju Green and Clean Campus’, Agus Edi berharap para mahasiswa dapat ikut berkontribusi mewujudkan kampus hijau di lingkungan UIN Syekh Wasil Kediri.
“Sebagai insan sivitas akademika UIN Syekh Wasil Kediri, dengan tema ini diharapkan bahwa para mahasiswa baru memiliki kepedulian dan berkontribusi untuk mewujudkan kampus kita menjadi kampus yang hijau, rindang, nyaman, bersih,” ungkap Agus Edi.
Untuk menjamin terlaksananya kegiatan PBAK dengan lancar, Agus Edi juga menekankan prinsip 5K (Keselamatan, Kemanusiaan, Keilmuan, Kebersamaan, dan Keteladanan) dan zero violence dalam pelaksanaan kegiatan.
“Panitia menjamin dalam PBAK kali ini tidak ada kekerasan fisik atau verbal, tidak ada perundungan, pelecehan, intimidasi, ancaman, diskriminasi, dan tindakan lain yang merugikan peserta,” sebut Agus Edi.
Melalui upaya ini, UIN Syekh Wasil Kediri memastikan bahwa kegiatan PBAK dapat berjalan dengan lancar dan berdampak positif bagi para mahasiswa baru dalam menyongsong kehidupan perkuliahan yang akan dimulai pada pekan depan.
Penulis: Zuhrufi | Editor: Ropingi el-Ishaq




