Being Excellent with Islamic Values

Contact Info

Jl. Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur 64127
[email protected]
0354 - 689282

Follow Us

Dari Sumber Jiput hingga Pohon Matoa, Jejak Ekoteologi UIN Syekh Wasil Kediri

UINSW Newsroom – Transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri tidak hanya ditandai oleh perubahan nama dan berdirinya gedung-gedung baru, tetapi juga oleh sebuah ikhtiar untuk menumbuhkan kesadaran baru tentang hubungan manusia dengan alam.

Melalui pengenalan Laboratorium Ekoteologi Sumber Jiput dan penanaman pohon matoa, UIN Syekh Wasil Kediri mengajak sivitas akademika dan masyarakat untuk memaknai kembali bumi sebagai amanah yang harus dijaga bersama.

Di tengah derasnya arus pembangunan dan kemajuan ilmu pengetahuan, Laboratorium Ekoteologi Sumber Jiput hadir sebagai ruang pembelajaran yang mempertemukan nilai ketuhanan, sains, dan pelestarian lingkungan. Laboratorium yang merupakan hasil kolaborasi antara UIN Syekh Wasil Kediri, Pemerintah Kota Kediri, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Rejomulyo ini dikembangkan sebagai living laboratory atau ruang belajar hidup yang tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga menghadirkan pengalaman nyata dalam merawat alam.

Pemilihan Sumber Jiput bukan tanpa alasan. Kawasan yang memiliki tiga sumber mata air tersebut telah lama menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar. Air yang mengalir dari mata-mata air itu tidak hanya menghidupi sawah dan ladang, tetapi juga menjadi simbol keberlangsungan hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi. Hembusan angin alami yang menjadi asal-usul nama Jiput seolah mengingatkan bahwa alam senantiasa berbicara kepada manusia melalui caranya sendiri.


Sebagai penanda sekaligus penguatan ekoteologi dalam transformasi UIN Syekh Wasil Kediri dilakukan penanaman pohon matoa (Pometia pinnata) oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar (20/06/2026), pohon yang menyimpan makna mendalam tentang perjalanan manusia dalam menjalani kehidupan.

Akar yang menghujam ke dalam tanah melambangkan tauhid yang kokoh sebagai fondasi setiap langkah. Dari akar itulah tumbuh batang yang tegak, mencerminkan tanggung jawab manusia sebagai khalifah untuk menjaga keseimbangan bumi dan seluruh isinya.

Sementara itu, rindangnya daun dan buah yang dihasilkan menjadi simbol ilmu pengetahuan yang tumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat bagi sesama. Ilmu tidak berhenti sebagai pengetahuan yang tersimpan di ruang-ruang kelas atau lembaran karya ilmiah, melainkan berbuah menjadi tindakan nyata yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat dan lingkungan.

Secara ekologis, matoa juga memiliki peran penting dalam menjaga kualitas lingkungan, melindungi sumber air, serta mendukung keanekaragaman hayati. Karena itu, penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan pesan tentang pentingnya merawat kehidupan melalui tindakan-tindakan kecil yang berdampak besar bagi masa depan.

Melalui Laboratorium Ekoteologi Sumber Jiput, UIN Syekh Wasil Kediri berupaya membangun ruang pembelajaran yang menghubungkan manusia, alam, dan Tuhan dalam satu harmoni. Di tempat ini, ilmu pengetahuan tidak dipisahkan dari nilai-nilai spiritual, dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari pengamalan keagamaan.

Sebagaimana filosofi yang diusungnya, “Berakar pada Tauhid, Bertumbuh dalam Ilmu, Berbuah untuk Kehidupan,” Laboratorium Ekoteologi Sumber Jiput diharapkan menjadi simbol perjalanan baru UIN Syekh Wasil Kediri dalam menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijaksana dalam menjaga bumi sebagai rumah bersama.

Penulis: Berlyan Noviyanti  |  Editor: Ropingi el-Ishaq

Berita Lainnya