Being Excellent with Islamic Values

Contact Info

Jl. Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur 64127
[email protected]
0354 - 689282

Follow Us

Peringati Hari Kebangkitan Nasional, UIN Syekh Wasil Kediri Gelar Dialog Publik dengan Mahasiswa

UINSW Newsroom – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, UIN Syekh Wasil Kediri menggelar dialog publik antara pimpinan universitas dan para mahasiswa pada Rabu (20/05/2026) di Halaman Rektorat. Kegiatan tersebut diikuti oleh aliansi mahasiswa bersama jajaran pimpinan universitas sebagai ruang penyampaian aspirasi dan diskusi terbuka terkait berbagai isu akademik maupun layanan kampus.

Dialog berlangsung secara terbuka dan kondusif dengan membahas sejumlah persoalan, mulai dari akademik, program KIP Kuliah, penanganan kekerasan seksual, fasilitas kampus, hingga persoalan UKT. Pimpinan universitas hadir langsung untuk mendengarkan masukan mahasiswa sekaligus memberikan penjelasan terhadap berbagai isu yang disampaikan.

Rektor bersama Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, dan Kepala Bagian Umum dan Akademik berdialog langsung dengan mahasiswa dalam forum tersebut.

Dalam keterangannya, Rektor Wahidul Anam menegaskan bahwa kampus terbuka terhadap kritik dan masukan sebagai bagian dari proses membangun lingkungan akademik yang sehat dan demokratis.

“Mahasiswa merupakan bagian penting dalam pengembangan kampus. Seluruh aspirasi yang disampaikan menjadi bahan evaluasi bersama untuk perbaikan layanan dan tata kelola universitas,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Bagian Umum dan Akademik sekaligus perwakilan PPID UIN Syekh Wasil Kediri, Budiyanto, turut menanggapi pernyataan mahasiswa terkait akses informasi publik di lingkungan kampus. Ia menyampaikan bahwa PPID UIN Syekh Wasil Kediri telah berjalan sejak tahun 2022 dan berhasil masuk dalam peringkat 10 besar PTN Informatif tingkat nasional sebagai bentuk komitmen universitas terhadap keterbukaan informasi publik.

Menurutnya, mahasiswa perlu meningkatkan literasi informasi dengan aktif mengakses dan memanfaatkan layanan PPID, termasuk menelusuri Daftar Informasi Publik (DIP) yang tersedia pada website PPID UIN Syekh Wasil Kediri. Budiyanto menjelaskan bahwa berbagai dokumen yang dipertanyakan mahasiswa, seperti SK, pedoman, dan SOP penanganan kekerasan seksual, sejatinya telah dipublikasikan dan dapat diakses secara terbuka melalui laman PPID.

“Mahasiswa diharapkan aktif mencari referensi dan memanfaatkan layanan informasi yang telah disediakan kampus. Berbagai dokumen terkait kebijakan kampus, termasuk pedoman dan SOP penanganan kekerasan seksual, sudah tersedia dalam Daftar Informasi Publik di website PPID,” jelasnya di hadapan mahasiswa.

Menanggapi isu program KIP Kuliah, pimpinan universitas menyatakan akan melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan terhadap sistem pelaksanaannya. Kampus juga membuka ruang pelaporan apabila ditemukan penerima bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran.

Wakil Rektor I, Taufik Alamin, menyampaikan bahwa kampus menjamin kebebasan berpendapat dan keterbukaan ruang diskusi akademik bagi mahasiswa. Identitas pelapor dalam setiap pengaduan, kata dia, juga akan dijaga kerahasiaannya.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara pimpinan universitas dan perwakilan mahasiswa sebagai bentuk keseriusan dalam menindaklanjuti berbagai aspirasi yang telah disampaikan. Momentum tersebut menjadi wujud komitmen UIN Syekh Wasil Kediri dalam membangun budaya dialog, keterbukaan informasi, dan kolaborasi bersama mahasiswa demi peningkatan kualitas layanan dan tata kelola kampus yang lebih baik.

Penulis: Berlyan N  |  Editor: Ropingi el-Ishaq

Berita Lainnya