UINSW Newsroom – Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri Sarulloh Adi Prayoga dinobatkan menjadi Juara 1 Duta Koperasi Jawa Timur pada ajang Pemilihan Duta Koperasi Jawa Timur 2026 yang berada di bawah naungan Dewan Penasehat Ketua Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Provinsi Jawa Timur.
Yoga, sapaan akrabnya, mengikuti ajang ini bukan tanpa sebab. Saat diwawancara, mahasiswa program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) ini menyebut bahwa perlu adanya edukasi yang lebih mendalam terkait koperasi.
“Banyak anak muda yang mengenal koperasi hanya sebatas tempat simpan pinjam. Padahal, koperasi memiliki peran yang jauh lebih luas sebagai wadah untuk berwirausaha, berkolaborasi, dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” sebut Yoga.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa penyampaian informasi tentang koperasi sering kali belum mengikuti gaya komunikasi generasi muda. Di era digital saat ini, anak muda lebih tertarik pada konten yang kreatif, interaktif, dan dekat dengan kehidupan mereka.
“Bagi saya, gelar ini adalah amanah. Saya ingin memanfaatkannya untuk meningkatkan literasi koperasi, khususnya di kalangan generasi muda. Melalui program advokasi KOPVISI (Koperasi Visibility Digitalisasi), saya ingin membantu koperasi lebih dikenal melalui platform digital, sehingga semakin mudah diakses masyarakat dan mampu berkembang mengikuti perkembangan zaman,” lanjutnya.
Program advokasi KOPVISI (Koperasi Visibility & Digitalisasi) yang diusung oleh Yoga ini dirancang untuk memperluas visibilitas koperasi agar lebih dikenal oleh masyarakat, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di ranah digital. Melalui pemanfaatan platform seperti Google Maps dan Google Business, Yoga mendorong pendataan serta penguatan identitas digital koperasi sehingga lebih mudah diakses, ditemukan, dan dipercaya oleh masyarakat maupun calon mitra.
Capaian yang diraih Yoga bukanlah proses yang singkat. Yoga mengikuti beragam tahapan seleksi yang mencakup tes kemampuan bahasa asing, pageantry, pengetahuan perkoperasian, interviu, karantina, hingga malam grand final pada 12 Juli 2026 yang bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi.
Prestasi ini juga menjadi salah satu wujud prestasi mahasiswa UIN Syekh Wasil Kediri yang tidak hanya unggul di ranah akademik, namun juga menunjukkan kemampuan di bidang non-akademik. Pengalaman berharga yang Yoga peroleh diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengasah kemampuan dan potensi diri untuk berprestasi.
“Jangan takut mencoba. Jangan menunggu merasa sempurna untuk memulai. Kompetisi bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang keberanian keluar dari zona nyaman, belajar, memperluas relasi, dan mengembangkan diri,” pesan pemuda asal Lamongan ini.
“Percayalah, kesempatan tidak datang dua kali kepada orang yang terus menunggu. Mulailah dari langkah kecil, karena langkah kecil hari ini bisa menjadi prestasi besar di masa depan. Be yourself, in yourself,” tambahnya.
Penulis: Zuhrufi | Editor: Ropingi el-Ishaq





