UINSW Newsroom – Suasana tawa dan bahagia di Gedung Sport Center UIN Syekh Wasil Kediri pada hari Senin siang itu (08/12/2025) tiba-tiba berubah haru dengan isakan tangis dan air mata. Seorang anak kecil dengan selempang merah bertuliskan cumlaude maju ke panggung seraya membawa sebuah pigura berhiaskan foto seorang pria.
Adalah Ahmad Munif Alhafi, putra dari Almarhum Dr. Muhammad Haris, M.Pd.I. Dengan tangguh ia berjalan menyusuri karpet merah, menaiki tangga, dan kemudian bersalaman dengan jajaran senat, rektor, dan para wakil rektor yang kemudian memeluknya. Tangis yang ia tahan akhirnya pecah juga saat sampai di ujung panggung ketika Direktur Pascasarjana Prof. Asror Yusuf menyerahkan ijazah ayahnya kepadanya.
Kehadiran Ananda Alhafi bersama Ibunya, Dr. Hidayatul Mufidah yang juga turut diwisuda pada hari itu memecah isak tangis ratusan hadirin. Terdengar suara pembawa acara yang sempat tercekat saat membacakan nama almarhum Dr. Muhammad Haris. Rektor serta jajaran senat juga tak kuasa menahan air dan nampak harus mengambil jeda waktu saat prosesi penyerahan ijazah disampaikan kepada putra almarhum.
Almarhum Muhammad Haris adalah wisudawan S3 UIN Syekh Wasil Kediri yang telah berpulang ke rahmatullah beberapa waktu lalu. Beliau juga merupakan seorang dosen Universitas Sunan Drajat Lamongan dan dikenal tekun dalam proses menyelesaikan disertasinya. Dengan kegigihannya, beliau berhasil menyelesaikan studi S3 Studi Islam dengan IPK 3.90.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor mewakili seluruh sivitas akademika UIN Syekh Wasil Kediri menyampaikan belasungkawa, apresiasi mendalam, serta memanjatkan doa bersama. Harapannya, kegigihan Almarhum Dr. Muhammad Haris dapat menjadi teladan bagi putranya dalam menuntut ilmu hingga jenjang tertinggi di masa depan.
Sehari sebelumnya, pada Wisuda Gelombang III yang dilaksanakan pada Minggu (07/12/2025), UIN Syekh Wasil Kediri juga memberikan penghargaan gelar sarjana anumerta kepada almarhumah Ersa Dwi Kurnia, wisudawan program studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Almarhumah Ersa dikenal sebagai pribadi yang ceria, menyenangkan, dan senantiasa memberi tawa bagi sekitarnya.
Kedua almarhum meninggalkan banyak kenangan manis bagi sahabat, kolega, dan keluarga. Di tengah suasana haru, teriring doa agar kedua almarhum diberikan ampunan, rahmat, dan husnul khotimah.
Penulis: Rommy Nurbasri & Zuhrufi | Editor: Ropingi el-Ishaq




