UINSW Newsroom - Sosialisasi akreditasi program studi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan (LAMGAMA) menjadi momentum bagi perguruan tinggi untuk memperkuat penjaminan mutu sekaligus membangun budaya peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, UIN Syekh Wasil Kediri mendorong sinergi antarperguruan tinggi agar proses akreditasi tidak sekadar berorientasi pada capaian nilai, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 4 Gedung Perpustakaan UIN Syekh Wasil Kediri, Kamis (8/10/2026), menghadirkan Fauzan, Anggota Dewan Eksekutif LAMGAMA, dan Ahmad Thib Raya, Direktur Eksekutif LAMGAMA. Sosialisasi ini diikuti 18 perguruan tinggi keagamaan (PTK) dari wilayah Kediri, Blitar, Trenggalek, Nganjuk, Tulungagung, Tuban, dan Batu.

Rektor UIN Syekh Wasil Kediri, Wahidul Anam, dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, khususnya antara Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS). Menurutnya, peningkatan mutu akan lebih optimal apabila perguruan tinggi saling berbagi pengalaman, mengingatkan, dan membantu dalam menghadapi proses akreditasi.
“Kita juga mengundang beberapa pimpinan PTKIS yang kita berharap bisa bersinergi, saling mengingatkan dan membantu sehingga nanti ketika proses akreditasi LAMGAMA ini bisa saling belajar di antara kita,” ungkapnya.
Wahidul Anam juga berharap kehadiran jajaran LAMGAMA dapat memberikan wawasan langsung kepada peserta sehingga materi yang diperoleh bisa diterapkan dalam pengembangan mutu program studi.
“Tentu kita berharap pada kesempatan hari ini mendapatkan ilmu yang langsung dari beliau,” tuturnya.
LAMGAMA sendiri hadir sebagai lembaga akreditasi mandiri yang menaungi program studi rumpun ilmu agama. Diluncurkan pada September 2026, LAMGAMA tidak hanya berperan dalam menilai kelayakan program studi, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi keagamaan.

Direktur Eksekutif LAMGAMA, Ahmad Thib Raya, menjelaskan bahwa cakupan LAMGAMA meliputi program studi dalam rumpun ilmu agama. Perguruan tinggi yang memiliki program studi dengan rumpun tersebut juga berpeluang memilih LAMGAMA sebagai lembaga akreditasi, termasuk program studi yang sebelumnya mengikuti akreditasi melalui lembaga akreditasi lain, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kehadiran LAMGAMA diharapkan memberikan ruang bagi perguruan tinggi keagamaan untuk memperoleh pendampingan dan pemahaman yang lebih terarah dalam mempersiapkan akreditasi. Pada saat yang sama, keberadaan lembaga ini menjadi dorongan bagi perguruan tinggi untuk memperkuat sistem penjaminan mutu secara konsisten, bukan hanya ketika menghadapi proses asesmen.

Anggota Dewan Eksekutif LAMGAMA, Fauzan, turut menyampaikan materi mengenai akreditasi program studi. Pemaparan tersebut menjadi bagian dari penguatan pemahaman peserta mengenai proses akreditasi dan hal-hal yang perlu dipersiapkan perguruan tinggi dalam meningkatkan mutu program studi. Melalui pembekalan ini, perguruan tinggi diharapkan mampu memandang akreditasi sebagai proses evaluasi sekaligus sarana untuk mengidentifikasi aspek yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan.
Bagi UIN Syekh Wasil Kediri, sinergi tersebut menjadi penting karena peningkatan mutu pendidikan tinggi membutuhkan komitmen bersama dan proses pembelajaran yang berkelanjutan. Pertukaran pengalaman antarlembaga dapat membuka ruang untuk berbagi praktik baik, memperkuat tata kelola, serta membantu perguruan tinggi mempersiapkan proses akreditasi secara lebih sistematis.
Penulis: Berlyan N | Editor: Ropingi el-Ishaq





