UINSW Newsroom – Tim Halal Center UIN Syekh Wasil Kediri pada Senin (24/11/2025) kemarin mengunjungi beberapa jenis produksi di Kabupaten Kediri bagian selatan dan Kota Kediri, tepatnya di Kecamatan Ngadiluwih, Mojoroto, dan Kota.
Pada kunjungan wirausaha kali ini Tim Halal Center menemukan semangat para pengusaha mikro dan kecil dalam memenuhi standar produk halal. Di Ngadiluwih Tim mengunjungi pengusaha snack Buffel Bu Mambaus Surur. Bu Mambak, panggilan akrabnya, telah mengajukan sertifikat halal untuk jenis produk, yakni bakery buffel dan pecel. Sertifikatnya telah terbit, tetapi berkeinginan untuk mengajukan sertifikat untuk produk lain yang belum diajukan. “Pak, masih ada beberapa produk yang belum saya ajukan sertifikasi halal, boleh kah mengajukan lagi?”, tanyanya kepada Tim. “Boleh Bu, monggo diajukan saja melalui pendamping yang kemarin telah mendampingi,” jawab Alan, salah satu Tim Halal. Bu berdasarkan penuturannya, Bu Mambak ini salah satu pengusaha kue di Ngadiluwih yang cukup responsive mengurus sertifikat halal. Meski jumlah produksinya saat ini agak menurun, tetapi semangat mengajukan sertifikat halal masih terlihat tinggi. Ia tinggal dan menjalankan usahanya di Dusun Ngadiluwih, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.
Selepas dari Bu Mambak, Tim Halal berkunjung ke usaha aneka snack Nopie. Namanya mengacu pemiliknya, Bu Novi. Ia melayani berbagai macam pesanan kue di area Ngadiluwih dan sekitarnya. Pesanan yang relative kontinyu datangnya dari Puskesmas Ngadiluwih, tuturnya kepada Tim.
Secara fisik, tempat usaha cukup luas, bersih, air sanitasi memenuhi kriteria kebersihan, serta tenaga kerja yang terlihat profesional. Bahan-bahan baku juga memenuhi standar halal, terlihat dari merk yang nampak.
Namun demikian, Tim Halal juga tetap memberikan pesan agar menjaga konsistensinya, baik dalam memenuhi bahan baku yang halal, menjaga kebersihan, serta menggunakan masker, sarung tangan dan penutup kepala saat produksi.
Di tempat lain, dalam kunjungan berikutnya, Tim lebih banyak menemukan usaha makanan siap saji, yakni soto ayam. Ada Soto Ayam Pak Jaenal, Pak, Yasin, Pak Ary, juga Pak Sutrisno. Para pengusaha soto ayam ini telah mengikuti pembinaan dari Bank Indonesia KPw. Kediri. Mereka telah memperoleh sertifikat halal dari para pendamping yang direkomendasikan oleh kementerian Agama Kota Kediri.
Kepada para pelaku usaha soto ayam ini, Tim menyampaikan pesan agar tetap menjaga penyediaan bahan baku, yakni daging ayam yang disembelih penyembelih dan tempat penyembelihan yang telah tersertifikasi halal.
Pesan lainnya disampaikan oleh Direktur Halal adalah tentang pentingnya mencuci bahan-bahan dengan air mengalir, pencucian peralatan dengan air bersih, mengingat tempatnya di pinggir jalan.
Tim Halal juga melihat bahwa semangat mengurus sertifikat halal dari para pelaku usaha ini cukup bagus. Menurut keterangan Pak Sutrisno dan Pak Yasin, keduanya pedagang soto ayam, mereka sejak awal berinisiatif untuk mengurus sertifikat halal. Juga mengajak pedagang soto ayam lain untuk mengajukan sertifikat halal.
Sebagai informasi tambahan, pedagang soto ayam sendiri, khususnya di sekitar terminal Tamanan, telah terorganisir dalam komunitas pedagang Soto Ayam. Mereka difasilitasi oleh BI mengikuti pelatihan Juru Sembelih Halal dan pengajuan sertifikaty halal dari Dinas Pergangangan dan Industri (Disperdagin) Kota Kediri.
Penulis: Aziza Anggi Maiyanti (kont) I Editor: Ropingi el-Ishaq






