UINSW Newsroom – Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri menegaskan komitmennya untuk menjadi perguruan tinggi yang mengintegrasikan nilai-nilai ketuhanan, ilmu pengetahuan, dan pelestarian lingkungan. Komitmen ini diwujudkan melalui gelaran Seminar Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Berbasis Ekoteologi yang dihadiri langsung oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar pada Sabtu (20/06/2026) di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) UIN Syekh Wasil Kediri.
Dalam kesempatan tersebut, Menag Nasaruddin Umar menekankan pentingnya pemahaman teologi integrasi yang menjadi salah satu dasar konsep ekoteologi. Menag menjelaskan bahwa alam dan manusia tidak boleh dipandang terpisah layaknya dikotomi makrokosmos dan mikrokosmos.
“Alam dan manusia adalah Al-Khalq (makhluk) yang bersifat non-dualistik. Keduanya berada dalam satu kesatuan eksistensi yang tidak terpisahkan dari Sang Pencipta dan berfungsi sebagai cermin untuk merepresentasikan Tajalli (penampakan diri) Allah SWT,” tegas Menag.
Lebih lanjut, Menag menjelaskan bahwa secara kebahasaan, kata 'Alam' berakar sama dengan ta'allama (mengetahui), yang menghubungkan subjek yang mengetahui ('alamin) dan objek yang diketahui ('alamun). Atas dasar interkoneksi ini, beliau mendorong PTKN untuk mulai menciptakan kurikulum berbasis ekoteologi.



Sebagai wujud implementasi ekoteologi ini, UIN Syekh Wasil Kediri menggagas sebuah Laboratorium Ekoteologi Sumber Jiput yang merupakan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Kota Kediri dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Rejomulyo. Secara simbolis, Menag didampingi oleh Sekjen dan Dirjen Pendis melakukan penanaman pohon matoa di Halaman Gedung Kuliah Terpadu Kampus 2 UIN Syekh Wasil Kediri.
Pemilihan pohon matoa ini dinilai memenuhi aspek filosofis dan ekologis yang sesuai dengan konsep ekoteologi yang diusung oleh Menag Nasaruddin Umar. Secara filosofis, pohon matoa mencerminkan ketauhidan, tanggung jawab khalifah dalam menjaga bumi, serta kemaslahatan ilmu bagi masyarakat. Secara ekologis, penanaman ini berdampak nyata pada perlindungan sumber air di kawasan Sumber Jiput serta keanekaragaman hayati di sekitarnya.
Harapannya Laboratorium Ekoteologi Sumber Jiput mampu menjadi pusat riset lingkungan terdepan yang menghasilkan inovasi nyata, sekaligus menjadi pijakan kuat bagi seluruh sivitas akademika dalam menyukseskan implementasi kampus hijau yang berkelanjutan.
Penulis: Rommy Nurbasri | Editor: Ropingi el-Ishaq






