UINSW Newsroom — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri sukses menggelar Yudisium ke-16 Program Sarjana (S-1) pada Selasa (19/05/2026). Bertempat di Auditorium Lantai 4 Perpustakaan, acara yang diikuti 126 lulusan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, serta jajaran pimpinan universitas.
Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa menekankan bahwa lulusan Tarbiyah kini memiliki peluang profesi yang luas, mulai dari guru, pengusaha, konsultan, hingga kreator konten.
“Jangan takut to challenge yourself. Bangun konektivitas dan tetap terapkan birrul walidain. Kesuksesan luar biasa selalu dimulai dari perjuangan yang tidak biasa,” tegas Mbak Wabup.

Sementara itu Dekan FTIK Munifah dalam amanatnya membekali lulusan dengan tiga prinsip: al-ilmu bit-ta’allum (terus belajar), al-barokatu bil-khidmah (berkah dalam mengabdi), dan al-manfaatu bit-to’ah (manfaat dengan ketaatan).
"Jaga selalu nama baik almamater FTIK dan UIN Syekh Wasil Kediri,” pesannya.
Menyambung hal tersebut, Rektor UIN Syekh Wasil Kediri, Wahidul Anam, turut memaparkan tantangan era digital dan hasil pertemuannya dengan Menteri Agama terkait optimalisasi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
“Menjadi guru di era sekarang penuh tantangan. Lulusan FTIK harus kreatif, berani berinovasi, dan tidak hanya berorientasi konvensional,” sebut Rektor.
Dalam prosesi tersebut, Dekan FTIK UIN Syekh Wasil Kediri juga menyerahkan penghargaan langsung kepada para lulusan terbaik. Predikat IPK Tertinggi Fakultas diraih oleh Sylla Indah Ningrahayu dari Prodi MPI dengan IPK 3,98 (Cumlaude), disusul Siti Nurhalizah M. (Prodi PAI) dan Nadiya Wahyu Widayati (Prodi PGMI) yang sama-sama menorehkan IPK 3,97 (Cumlaude).
Siti Nurhalizah, lulusan asal Sulawesi Selatan yang didapuk menyampaikan pesan dan kesan perwakilan mahasiswa, mengungkapkan rasa haru dan terima kasihnya kepada para dosen, orang tua, dan teman-teman seperjuangan.
“UIN Syekh Wasil Kediri telah menjadi rumah kedua yang menumbuhkan rasa percaya diri saya, mulai dari mengikuti lomba esai di awal kuliah hingga bisa bersaing di level internasional dan menerbitkan artikel di jurnal terindeks Sinta,” ujarnya.
Selain keunggulan akademik, FTIK juga mengapresiasi penulis skripsi terbaik, salah satunya diraih oleh Nia Zuliyanti (Prodi PAI) dengan skripsi inovatif berjudul “Implementasi Aplikasi Pembelajaran SKI Berbasis Game Kahoot dalam Mengatasi Kejenuhan Belajar Siswa di MAN 1 Kediri”. Apresiasi non-akademik turut diberikan kepada sejumlah mahasiswa berprestasi, termasuk Kurnia Faylotul Inayah sebagai Hafidzah Al-Qur’an 30 Juz, serta Laila Nazil Rohmatin yang dinobatkan sebagai lulusan termuda dalam usia 20 tahun 8 bulan.
Penulis: Rommy Nurbasri | Dokumentasi: Sheeva | Editor: Ropingi el-Ishaq






