UINSW Newsroom – Kegiatan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan UIN Syekh Wasil Kediri disambut antusias oleh para sivitas akademika. Tak hanya dosen dan tenaga kependidikan, para mahasiswa baik dari dalam maupun luar negeri turut serta mengikuti upacara pada Senin (17/8/2026) di Halaman Sport Center UIN Syekh Wasil Kediri.
Keikutsertaan para mahasiswa membuka ruang refleksi tentang persatuan, keberagaman, kerukunan, serta persaudaraan lintas bangsa. Mahasiswa dari beragam latar belakang budaya, suku, dan negara yang ikut serta dalam upacara kali ini menyampaikan beragam respon menarik terkait makna kemerdekaan.
Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Syekh Wasil Kediri, Achmad Fawaid, yang turut serta hadir pada upacara menyampaikan bahwa makna kemerdekaan tidak dapat dilepaskan dari kebebasan berpikir dan keberanian menyampaikan kritik secara konstruktif.
“Besar harapan kami agar generasi muda Indonesia tidak hanya diproyeksikan sebagai komoditas 'Indonesia Emas' dalam wacana retoris, melainkan diberikan ruang aktualiasi yang nyata serta jaminan hukum yang adil,” ungkapnya.

Pandangan tentang kemerdekaan dan keberagaman juga datang dari mahasiswa internasional yang turut memeriahkan upacara peringatan kemerdekaan kali ini. Arasta Kohistany, mahasiswi asal Afghanistan mengaku terkesan dengan suasana peringatan kemerdekaan yang berlangsung tertib dan penuh kegembiraan.
Sementara itu, mahasiswa asal Sudan, Hassan Musa, menyampaikan bahwa keikutsertaannya pada upacara ini merupakan pengalaman yang menginspirasi. Ia melihat adanya semangat kebersamaan yang kuat dalam perayaan tersebut sekaligus merasakan kehangatan masyarakat Indonesia terhadap dirinya dan mahasiswa internasional lainnya.
Perhatian Musa juga tertuju pada keberagaman pakaian adat yang dikenakan peserta upacara. Ia menilai keberagaman pakaian tersebut menjadi gambaran visual yang indah tentang kekayaan warisan budaya Indonesia.
“Saya melihat para peserta mengenakan pakaian adat yang berwarna-warni dari berbagai wilayah kepulauan di Indonesia sebagai sesuatu yang sangat mengesankan. Pemandangan tersebut sungguh luar biasa dan menjadi gambaran indah tentang betapa kaya dan beragamnya warisan budaya bangsa Indonesia (-terj),” sebut Musa.
Selepas upacara, para mahasiswa juga turut mengikuti tasyakuran dengan mengikuti pemotongan tumpeng dan makan bersama serta mengikuti beberapa lomba bagi para mahasiswa internasional yang digagas oleh International Office and Partnership (IOP).
“Saya kira menikmati hidangan sarapan tradisional Indonesia bersama sesama mahasiswa dan para sivitas akademika menjadi kesempatan yang baik untuk saling berinteraksi, mempererat persaudaraan, sekaligus menikmati kekayaan cita rasa kuliner lokal bersama-sama (-terj),” tambahnya.
Penulis: Zuhrufi | Editor: Ropingi el-Ishaq



