Being Excellent with Islamic Values

Contact Info

Jl. Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur 64127
[email protected]
0354 - 689282

Follow Us

Jumlah Guru Besar Bertambah, UIN Syekh Wasil Kediri Kukuhkan Prof. Dr. Robingatun dan Prof. Dr. Anis Humaidi

UINSW Newsroom – Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri menggelar acara pengukuhan dua guru besar yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan keilmuan Islam. Kedua guru besar tersebut adalah Prof. Dr. Robingatun, M.Pd.I. sebagai Guru Besar bidang keilmuan Tasawuf dan Prof. Dr. Anis Humaidi, M.Ag. sebagai Guru Besar bidang keilmuan Pemikiran Pendidikan Islam. Keduanya resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-17 dan ke-18 di UIN Syekh Wasil Kediri pada Senin (15/12/2025) di Auditorium Perpustakaan Lt. IV UIN Syekh Wasil Kediri.  

Dalam orasi ilmiahnya yang bertajuk "Negosiasi Turats Tasawuf dan Problem Manusia Modern di Era Society 5.0: Analisis 'Tahsin al-Azal wa al-Iltibas' Karya al-Hallaj", Prof. Robingatun menyoroti pentingnya reaktualisasi nilai-nilai spiritual tasawuf untuk menjawab tantangan yang dihadapi manusia modern di era Society 5.0. Beliau menjelaskan bahwa masyarakat modern kerap dihadapkan pada krisis eksistensial akibat derasnya arus informasi yang saling bertentangan, bahkan sering kali merusak moral. Dialektika al-azal dan al-iltibas dalam karya al-Hallāj menjadi paradigma penting untuk memahami krisis spiritual ini. Menurut Prof. Robingatun, integrasi kebijaksanaan spiritual dari tasawuf dengan kecerdasan teknologi dapat menjadi solusi untuk menciptakan peradaban yang tidak hanya cerdas (smart), tetapi juga beradab (wise). Hal ini diperlukan agar manusia tetap menjunjung tinggi hakikat kemanusiaan yang berpusat pada kesadaran transenden yang human-centered dan god-centered.  

Sementara itu, Prof. Dr. Anis Humaidi dalam orasi ilmiahnya yang bertajuk "Mendidik Jiwa Suci: Panduan Mengoptimalkan Fitrah Anak di Era Disrupsi", menyoroti tantangan yang dihadapi pendidikan Islam di tengah percepatan perubahan besar akibat era disrupsi digital. Beliau menjelaskan bahwa era disrupsi memang mampu meningkatkan kemampuan kognitif manusia, namun di sisi lain, kualitas qalb sebagai pusat moralitas dan spiritualitas justru semakin terabaikan. Pendidikan Islam berbasis fitrah memiliki peran penting untuk menjaga dan mengaktualisasikan potensi bawaan manusia, yaitu kecenderungan menuju kebenaran. Dengan memperkuat Qalb dan 'Aql, pendidikan Islam dapat membentuk manusia yang berakhlak mulia, tangguh, dan mampu menjawab tantangan era digital secara bijak.  

Rektor UIN Syekh Wasil Kediri, Wahidul Anam, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada kedua profesor yang telah resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-17 dan ke-18 di UIN Syekh Wasil Kediri. "Saya bangga karena ada tambahan lagi guru besar di UIN Syekh Wasil Kediri. Saya yakin Bapak dan Ibu semuanya akan berhasil di masa yang akan datang. Semoga para guru besar ini dapat berkontribusi lebih luas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta memberi dampak positif pada peradaban dunia," ungkap Rektor.  

Hadir dalam kesempatan tersebut para kepala lembaga dan institusi di lingkungan Kementerian Agama dan mitra pendidikan serta Pengasuh Pondok Pesantren Sabilur Rosyad Malang KH. Marzuki Mustamar. Kehadiran KH. Marzuki Mustamar yang merupakan guru Prof. Anis Humaidi semasa menuntut ilmu di Malang menambah khidmat acara. KH. Marzuki Mustamar berharap gelar yang guru besar yang diperoleh dapat menambah berkah dan manfaat terutama untuk perkembangan UIN Syekh Wasil Kediri.

Acara pengukuhan ini menjadi momen penting bagi UIN Syekh Wasil Kediri untuk terus memperkuat perannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang keislaman, serta mendukung kemajuan peradaban yang berbasis pada nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.


Penulis: Ajeng Susi Erlina, Sheva Irmatahati Putri Saksana, Inayah Evi Khumairoh  |  Editor: Ropingi el-Ishaq

Berita Lainnya