UINSW Newsroom – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri menyampaikan hasil antara survei Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Kota Kediri pada Rabu (23/06/2026) di Ruang Rapat Bappeda Pemerintah Kota Kediri. Berdasarkan hasil antara, IKUB Pemerintah Kota Kediri menunjukkan nilai yang sangat tinggi.
Hasil ini diperoleh berdasarkan survei yang dilakukan kepada penduduk Kota Kediri pada rentang usia 20-64 tahun. Wilayah cakupan survei ini meliputi tiga kecamatan yaitu Kecamatan Kota, Kecamatan Pesantren, dan Kecamatan Mojoroto. Pada tiap kecamatan tersebut, dipilih lima kelurahan sebagai responden survei. Penentuan kelurahan sebagai sampel didasarkan pada kondisi kelurahan paling heterogen, kelurahan paling homogen, kelurahan yang menjadi project pilot “kampung moderasi”, dan kelurahan yang padat penduduknya.
Dari 2.121 sampel yang diperoleh, sebanyak 1.924 data dinyatakan valid untuk selanjutnya dilakukan analisis. Dari jumlah data yang valid, sebanyak 39,60?rasal dari responden laki-laki sementara 60,40% diperoleh dari responden perempuan.
Dari segi agama/kepercayaan, responden survei sangat beragam, yaitu Budha (0,10%), Hindu (0,36%), Islam (90,28%), Katolik (2,75%), Konghucu (0,05%), Kristen (6,19%), dan Penghayat Kepercayaan (0,26%).

Hasil survei ini kemudian dianalisis berdasarkan beberapa indikator, yang menghasilkan nilai indeks berdasarkan agama, kecamatan, dimensi, dan jenis kelamin. Rata-rata nilai menunjukkan kecenderungan yang cukup tinggi, yakni mencapai 4,56 (sangat tinggi). Meski demikian, indeks ini masih dalam progress dan sangat mungkin adanya kenaikan nilai mengingat proses pengolahan data masih berjalan.
Secara rinci, hasil nilai berdasarkan dimensi dapat dijabarkan sebagai berikut: 1) dimensi toleransi sebesar 4,53; 2) dimensi kesetaraan sebesar 4,59, dan 3) dimensi kerja sama sebesar 4,56.
Selain itu, hasil antara ini masih akan dilengkapi dengan analisis kualitatif dengan Teknik pengumpulan data beruapa wawancara da dokumentasi untuk mendalami factor-faktor yang memengaruhi indeks kerukunan umat beragama di Kota Kediri.
“Hasil indeks ini berdasarkan persepsi masyarakat. Oleh karena itu kami ingin tahu faktor-faktor lain yang mempengaruhi dengan menggali data yang lebih mendalam kepada beberapa pihak, terutama terkait kegiatan atau kebijakan yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Kediri,” tambah Ropingi selaku Ketua Survei LPPM UIN Syekh Wasil Kediri.
Paparan hasil antara ini mendapat beragam respon dari para peserta rapat yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Salah satu di antaranya masukan agar Pemerintah Kota Kediri dapat segera menerbitkan regulasi-regulasi terkait KUB baik di tingkat kota maupun hingga kecamatan. Harapannya penerbitan regulasi ini dapat meningkatkan status Kota Kediri yang pada tahun 2025 lalu menduduki peringkat ke-8 sebagai Kota Paling Toleran se-Indonesia.
Penulis: Zuhrufi | Editor: Ropingi el-Ishaq






