UINSW Newsroom - Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UIN Syekh Wasil Kediri kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu dan kredibilitas sertifikasi kompetensi melalui pelaksanaan kegiatan witness asesmen yang berlangsung pada Minggu (21/12/ 2025) dengan menghadirkan Tim Asesor yang diketuai Muhammad Nur Hayid selaku Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan Sugiantoro.
Kegiatan witness merupakan bagian dari mekanisme penjaminan mutu sertifikasi kompetensi yang dilakukan LSP berlisensi BNSP. Melalui proses ini, BNSP memastikan bahwa seluruh tahapan asesmen, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengambilan keputusan, telah berjalan sesuai dengan standar nasional yang berlaku.
Dalam pelaksanaannya, Muhammad Nur Hayid melakukan pengamatan langsung terhadap proses asesmen kompetensi yang dilaksanakan oleh para asesor LSP UIN Syekh Wasil Kediri. Observasi tersebut meliputi kesesuaian skema sertifikasi, penggunaan perangkat asesmen, objektivitas penilaian, hingga profesionalisme asesor dan kesiapan Tempat Uji Kompetensi (TUK).
Muhammad Nur Hayid menyampaikan bahwa kegiatan witness ini bukan semata bentuk pengawasan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan berkelanjutan bagi LSP agar semakin adaptif, profesional, dan berorientasi pada mutu.
“Witness merupakan bagian dari upaya BNSP untuk memastikan bahwa LSP benar-benar menjalankan sertifikasi secara kredibel, transparan, dan akuntabel. Apa yang dilakukan LSP UIN Syekh Wasil Kediri hari ini menunjukkan keseriusan dalam menjaga kualitas layanan sertifikasi,” ujarnya.
Rektor UIN Syekh Wasil Kediri, Wahidul Anam, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan witness asesmen tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam menghadirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi yang sah secara nasional.
“Kami memandang sertifikasi kompetensi sebagai bagian penting dari penguatan daya saing lulusan UIN Syekh Wasil Kediri. Kehadiran langsung Komisioner BNSP dalam kegiatan witness ini menjadi motivasi sekaligus penguatan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola LSP dan layanan sertifikasi yang profesional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wahidul Anam menegaskan bahwa universitas akan terus mendukung pengembangan LSP, baik dari sisi kelembagaan, sumber daya manusia, maupun perluasan skema sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Sementara itu, pihak LSP UIN Syekh Wasil Kediri menilai kehadiran BNSP dalam kegiatan ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat kepercayaan publik. Witness asesmen juga menjadi ruang evaluasi untuk memastikan seluruh proses sertifikasi berjalan objektif, transparan, dan akuntabel.
Pelaksanaan witness asesmen ini diharapkan semakin memperkokoh posisi LSP UIN Syekh Wasil Kediri sebagai lembaga sertifikasi yang profesional, terpercaya, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ke depan, LSP UIN Syekh Wasil Kediri berkomitmen untuk terus memperluas jejaring, meningkatkan kapasitas asesor, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, LSP UIN Syekh Wasil Kediri tidak hanya menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi BNSP, tetapi juga menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam menyiapkan SDM unggul, kompeten, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Penulis: Fairizal Rahman | Editor: Ropingi el-Ishaq






