Being Excellent with Islamic Values

Contact Info

Jl. Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur 64127
info@iainkediri.ac.id
0354 - 689282

Follow Us

PBAK 2026 UIN Syekh Wasil Kediri Tanamkan Kesadaran Lingkungan, Mahasiswa Baru Jadi Generasi Penggerak Ekoteologi

UINSW Newsroom – Mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri diajak mejadi bagian dari gerakan menjaga lingkungan melalui penerapan ekoteologi pada kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Selasa (25/08/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ibrahim Bin Sa’id, Tim Ekoteologi UIN Syekh Wasil Kediri menjelaskan bahwa program ekoteologi yang diterapkan di UIN Syekh Wasil Kediri merupakan salah satu program yang digagas oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar sebagai ikhtiar untuk merawat alam sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis. Menurut Ibrahim, gagasan tersebut semakin relevan di tengah krisis ekologis global yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

“Ekoteologi bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam kesadaran dan menularkan kesadaran tentang ekoteologi pada generasi yang berkelanjutan,” ujar Ibrahim.

Ibrahim menambahkan, posisi UIN Syekh Wasil Kediri yang berada di kawasan Kota Kediri membuat kepedulian terhadap persoalan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama. Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah pengelolaan sampah, mengingat volume sampah di wilayah perkotaan yang semakin besar.

Pada kesempatan tersebut, Ibrahim juga memperkenalkan peta jalan menuju kampus hijau di UIN Syekh Wasil Kediri. Salah satu program yang dikenalkan adalah pohon asuh. Melalui program ini, setiap kafilah atau kelompok mahasiswa baru akan menanam dan merawat satu pohon pada Jumat (28/8/2026) mendatang di Kampus 2 UIN Syekh Wasil Kediri. Nama-nama mahasiswa dalam kelompok akan dicantumkan pada pohon yang mereka tanam sebagai simbol tanggung jawab untuk merawatnya.


“Pohon yang ditanam bukan sekadar menjadi penghijauan, tetapi menjadi pengingat bahwa ada tanggung jawab yang harus dirawat bersama,” tambah Dijan Novia Saka, selaku Tim Ekoteologi yang juga turut mendampingi.

Selain pohon asuh, mahasiswa juga diarahkan untuk mengurangi penggunaan plastik, membiasakan membawa tumbler dan wadah makanan sendiri, serta aktif dalam kegiatan memilah dan menabung sampah. Melalui gerakan Bank Sampah Barakah, para mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan sampah agar dapat dikelola dan dikonversi menjadi sesuatu yang bermanfaat, termasuk melalui pengolahan menjadi kompos.

Tak hanya itu, mahasiswa juga didorong mengangkat isu ekoteologi dalam tema penelitian maupun kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), sehingga kepedulian terhadap lingkungan berkembang menjadi bagian dari tradisi akademik kampus. Dengan gerakan-gerakan ini, para mahasiswa baru diharapkan dapat menjadi penggerak ekoteologi di lingkungan kampus.

Penulis: Zuhrufi  |  Editor: Ropingi el-Ishaq

Berita Lainnya