Being Excellent with Islamic Values

Contact Info

Jl. Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur 64127
info@iainkediri.ac.id
0354 - 689282

Follow Us

Pelatihan Pelopor Moderasi Beragama UIN Syekh Wasil Kediri Ajak Mahasiswa Belajar Toleransi melalui Pengalaman Lintas Iman

UINSW Newsroom - Menanamkan sikap toleran dan menghargai keberagaman tidak cukup hanya melalui pemahaman teori, tetapi juga perlu diperkuat dengan pengalaman langsung. Melalui Pelatihan Mahasiswa Pelopor Moderasi Beragama, UIN Syekh Wasil Kediri mengajak mahasiswa memahami perbedaan melalui dialog dan kunjungan ke sejumlah tempat ibadah lintas agama sebagai bekal menerapkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang diikuti 30 mahasiswa ini berlangsung selama tiga hari, pada 8–10 Oktober 2026, di Aula Gedung GPT UIN Syekh Wasil Kediri dan sejumlah tempat ibadah di Kota Kediri. Pelatihan ini menjadi agenda rutin tahunan Rumah Moderasi Beragama UIN Syekh Wasil Kediri untuk membekali mahasiswa agar mampu menyikapi fenomena keagamaan secara jernih, bijaksana, dan terbuka terhadap keberagaman.

Pengurus Rumah Moderasi Beragama UIN Syekh Wasil Kediri, Thoriqul Huda, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan agenda rutin tahunan yang ditujukan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman moderasi beragama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan Pelatihan Pelopor Moderasi Beragama ini rutin kita lakukan setiap tahun untuk mahasiswa UIN Syekh Wasil Kediri. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari dan salah satu agendanya adalah mengunjungi tempat ibadah. Pelatihan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman moderasi beragama. Kami berharap ilmu moderasi beragama bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Ketua Rumah Moderasi Beragama sekaligus Wakil Rektor I UIN Syekh Wasil Kediri, Taufik Alamin, menegaskan bahwa keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari bertambahnya pengetahuan peserta, tetapi juga dari kemampuan mereka dalam menyikapi fenomena keagamaan. “Pelatihan ini tidak hanya menambah pengetahuan Anda mengenai moderasi beragama saja, tetapi yang lebih penting di sini adalah output-nya. Para peserta nanti akan melihat secara jernih fenomena-fenomena keagamaan di sekitar kita,” jelasnya. 

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut melibatkan Wawan Gunawan, Instruktur Nasional Moderasi Beragama Kementerian Agama RI, yang berperan sebagai moderator. Proses pelatihan berlangsung secara interaktif dengan mendorong peserta untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta pandangan dalam memahami realitas keberagamaan di masyarakat.


Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga merefleksikan pengalaman dan mengembangkan cara pandang yang lebih terbuka terhadap perbedaan. Dengan demikian, moderasi beragama diharapkan tidak berhenti sebagai konsep, melainkan menjadi sikap yang tercermin dalam kehidupan sosial.

Salah satu agenda utama pelatihan adalah kunjungan ke sejumlah tempat ibadah di Kota Kediri dan sekitarnya. Peserta mengunjungi GKJW Jemaat Kediri, Kelenteng Tjoe Hwie Kiong, Masjid Agung Kota Kediri, Pura Penataran Agung Kilisuci, serta Vihara STI Vihāra & Panti Wreda Jayasaccako.

Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat praktik keagamaan, tradisi, serta kehidupan umat dari berbagai latar belakang. Pengalaman ini menjadi sarana pembelajaran langsung untuk menumbuhkan sikap saling menghormati tanpa harus menghilangkan keyakinan masing-masing.

Pelatihan Mahasiswa Pelopor Moderasi Beragama ini menjadi bagian dari upaya UIN Syekh Wasil Kediri dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, penghargaan terhadap keberagaman, dan dialog lintas iman di kalangan mahasiswa. Para peserta diharapkan mampu menjadi pelopor yang menerapkan nilai moderasi beragama di lingkungan kampus maupun masyarakat, sekaligus berkontribusi dalam menjaga kerukunan di tengah kehidupan bangsa yang majemuk.

Penulis: Berlyan N  |  Editor: Ropingi el-Ishaq

Berita Lainnya