UINSW Newsroom – Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri kembali menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka pengukuhan Guru Besar sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam penguatan mutu akademik dan pengembangan keilmuan. Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Hj. Naning Fatmawatie, M.M. secara resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Keuangan dan Perbankan, Senin (05/01/2026), bertempat di Auditorium Perpustakaan UIN Syekh Wasil Kediri.
Dalam orasi ilmiah bertajuk “Eskalasi Fintech pada Ekonomi, Keuangan, dan Perbankan”, Prof. Naning Fatmawatie memaparkan bahwa perkembangan financial technology (fintech) telah membawa perubahan signifikan terhadap sistem ekonomi serta pola perilaku masyarakat dalam bertransaksi. Berbagai inovasi, seperti pembayaran digital, peer-to-peer lending, hingga teknologi blockchain, dinilai mampu meningkatkan efisiensi, memperluas inklusi keuangan, dan mendorong peningkatan literasi keuangan, khususnya di kawasan ASEAN.
Namun demikian, ia juga menegaskan bahwa eskalasi fintech tidak terlepas dari sejumlah tantangan, antara lain meningkatnya ketergantungan pada teknologi, risiko serangan siber, disrupsi terhadap perbankan konvensional, serta ketimpangan akses digital, terutama bagi masyarakat perdesaan dan berpenghasilan rendah. Oleh karena itu, Prof. Naning menekankan pentingnya penguatan regulasi, kolaborasi lintas negara di kawasan ASEAN, serta pengembangan riset berkelanjutan agar transformasi fintech dapat berlangsung secara inklusif, aman, dan berkeadilan.


Prosesi pengukuhan dilakukan secara resmi oleh Rektor UIN Syekh Wasil Kediri melalui pembacaan naskah pengukuhan dan pengalungan gordon guru besar. Dengan pengukuhan ini, Prof. Naning Fatmawatie tercatat sebagai Guru Besar ke-19 UIN Syekh Wasil Kediri. Saat ini, beliau juga menjadi satu-satunya Guru Besar dalam Bidang Ilmu Keuangan dan Perbankan di lingkungan UIN Syekh Wasil Kediri.
Dalam rangkaian acara tersebut, Ketua DPRD Kota Kediri, Dra. Hj. Firdaus, dalam sambutannya menyampaikan bahwa di tengah dinamika sosial dan pesatnya perkembangan zaman, masyarakat masih sangat membutuhkan edukasi dan pencerahan, khususnya bagi kelompok yang belum sepenuhnya memahami perubahan dan tantangan yang ada. Ia menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi, termasuk UIN Syekh Wasil Kediri, dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang aplikatif dan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Sementara itu, Rektor UIN Syekh Wasil Kediri, Prof. Dr. H. Wahidul Anam, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian Prof. Naning. Menurutnya, bertambahnya jumlah guru besar merupakan indikator kemajuan institusi sekaligus amanah besar untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan ekonomi nasional, serta pembangunan peradaban yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.



Sidang Senat Terbuka ini dihadiri oleh jajaran Senat Universitas, pimpinan universitas dan fakultas, perwakilan lembaga pemerintah dan perbankan, mitra kerja, sivitas akademika, serta keluarga besar Guru Besar yang dikukuhkan. Kehadiran berbagai unsur tersebut semakin menegaskan posisi UIN Syekh Wasil Kediri sebagai institusi akademik yang terus berkembang dan berperan aktif dalam menjawab tantangan zaman.
Pengukuhan Guru Besar ini juga menjadi momentum penting bagi UIN Syekh Wasil Kediri untuk terus memperkuat perannya dalam pengembangan ilmu ekonomi, keuangan, dan perbankan, sekaligus mendorong lahirnya gagasan-gagasan akademik yang responsif terhadap dinamika global dan kebutuhan masyarakat.
Penulis : Umi Alfiatul Arfik dan Dewi Khurrotul A’yun | Editor: Ropingi el-Ishaq





