UINSW Newsroom – Jumlah guru besar Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri kembali bertambah. Rektor UIN Kediri secara resmi mengukuhkan dua guru besar yaitu Prof. Dr. Ahmad Subakir, M.Ag. sebagai Guru Besar bidang ilmu Sosiologi Agama dan Prof. Dr. Khamim, M.Ag. sebagai Guru Besar bidang ilmu Hadis Ahkam pada Sabtu (15/11/2025) di Auditorium Perpustakaan Lt. IV UIN Syekh Wasil Kediri.
Dengan tema orasi ilmiah berjudul “Kebenaran Otoritas Agama pada Era Post Truth di Indonesia”, Ahmad Subakir meninjau era post truth yang memberikan dampak bagi perubahan anggota masyarakat dengan begitu cepat seiring dengan membanjirnya arus informasi. Dengan mempertimbangkan faktor kemauan sosiologis, Ahmad Subakir meyakini bahwa nilai-nilai yang bersifat sakral sekalipun akan tetap menjadi rujukan masyarakat yang terus berubah.
Sementara itu, Khamim mengulik problem utama dalam pemahaman dan penggunaan hadis di masyarakat modern yang terletak pada ketidakseimbangan antara penghormatan terhadap teks dan pemahaman terhadap konteks. Dengan pendekatan interkoneksitas antara teks, konteks, dan maqasid al-shariah yang merupakan topik utama orasinya, Khamim berupaya menjembatani kesenjangan epistemologis tersebut.
Dengan tema orasi tersebut, Rektor UIN Syekh Wasil Kediri Wahidul Anam dalam sambutannya menilai bahwa bidang keilmuan kedua guru besar tersebut saling berkait dan berkelindan serta merupakan kajian yang penting untuk memperdalam ilmu agama.
“Bidang keilmuan dua guru besar yang kita kukuhkan hari ini merupakan kajian yang sangat menarik. Kita tentu berharap bahwa kedua guru besar dapat menumbuhkan dan mengembangkan bidang keilmuan ini secara lebih mendalam terutama pada fakultas hukum atau syariah serta sosiologi agama,” tutur Wahidul Anam.
Kegiatan pengukuhan ini berlangsung khidmat disertai dengan kehadiran para tokoh agama serta para pimpinan lembaga dan institusi, di antaranya Wakil Wali Kota Kediri KH. Qowimuddin Thoha yang juga memberikan ucapan serta apresiasi atas dikukuhkannya kedua guru besar.
“Pencapaian ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi UIN Kediri tetapi juga Kota Kediri,” sebut Gus Qowim, sapaan akrabnya. Ia berbahagia karena kehadiran dua guru besar baru ini dapat memperkaya khazanah keilmuan terutama di Kota Kediri.
“Kami berharap kolaborasi Pemerintah Kota Kediri dan sivitas akademika UIN Syekh Wasil Kediri akan mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan Kota Kediri yang berkarakter. Kami yakin para guru besar juga menjadi inspirasi bagi akademisi dan mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas keilmuan dan karya-karya inovatif yang bermanfaat untuk masyarakat luas,” tambahnya.
Penulis: Zuhrufi | Editor: Ropingi el-Ishaq




