Being Excellent with Islamic Values

Contact Info

Jl. Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur 64127
info@iainkediri.ac.id
0354 - 689282

Follow Us

Upacara Hari Santri 2026, UIN Syekh Wasil Kediri Dorong Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas

UINSW Newsroom - Santri memiliki peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, serta penguatan akhlak mulia. Pesan tersebut disampaikan Rektor UIN Syekh Wasil Kediri, Wahidul Anam, saat membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia dalam upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Sport Center UIN Syekh Wasil Kediri, Kamis (22/10/2026).

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan Hari Santri tahun ini menegaskan bahwa perjuangan santri tidak berhenti pada sejarah mempertahankan kemerdekaan. Jika dahulu santri berjuang melalui Resolusi Jihad yang dimaklumatkan Hadratussyekh Kiai Haji Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, kini semangat pengabdian tersebut perlu diwujudkan melalui ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kontribusi nyata bagi bangsa.


Dalam amanatnya, Menteri Agama mengingatkan bahwa perjuangan ulama dan santri turut menggerakkan perlawanan rakyat yang mencapai puncaknya dalam peristiwa 10 November 1945, yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Sejarah tersebut menjadi bukti bahwa santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama, melainkan juga bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Pesan Menteri Agama juga menyoroti peran strategis pesantren dalam membangun karakter bangsa. Pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan akhlak, penumbuhan kemandirian, dan penanaman nilai pengabdian. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar pesantren mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan tradisi luhurnya.

Dalam konteks pembangunan nasional, pesantren memiliki tiga fungsi utama, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pendidikan, pesantren melahirkan generasi berilmu dan berakhlak mulia; melalui dakwah, pesantren menyebarkan nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin serta memperkuat kerukunan; sedangkan melalui pemberdayaan masyarakat, pesantren berkontribusi mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Bagi sivitas akademika UIN Syekh Wasil Kediri, semangat Hari Santri relevan untuk diwujudkan melalui penguatan pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa diharapkan mampu memadukan nilai-nilai keislaman dengan kemampuan beradaptasi dan berinovasi agar dapat memberikan solusi atas berbagai tantangan sosial.

Di sela-sela upacara, mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kerohanian menampilkan tari Zapin sebagai bagian dari ekspresi seni dan budaya yang memperkaya rangkaian peringatan.


Penulis: Berlyan N | Editor: Ropingi el-Ishaq

Berita Lainnya