UINSW Newsroom - UIN Syekh Wasil Kediri menjadi tuan rumah Memorandum Drill Team Championship (MDTC) Chapter Jawa Timur Seri 3 yang menghadirkan ratusan tim dari berbagai daerah untuk menunjukkan kreativitas, kedisiplinan, dan kekompakan dalam kompetisi baris-berbaris. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Rektor UIN Syekh Wasil Kediri Wahidul Anam menutup kompetisi sekaligus menyerahkan piala kepada para pemenang di Gedung Sport Center UIN Syekh Wasil Kediri, Sabtu (17/10/2026).
Kompetisi ketangkasan baris-berbaris yang melibatkan peserta Paskibra dan Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB) tingkat regional ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, dan sportivitas.


Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Ia menilai kompetisi tersebut memberikan kesempatan bagi pelajar untuk menampilkan kemampuan sekaligus mengembangkan kreativitas melalui formasi baris-berbaris yang menarik.
“Apa yang adik-adik tunjukkan hari ini menjadi salah satu contoh yang baik bahwa kreativitas ketika dipadukan dengan disiplin serta kerja sama tentunya bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” ujar Vinanda.
Kepada peserta yang belum berhasil meraih juara, Vinanda berpesan agar tetap semangat dan tidak menjadikan hasil kompetisi sebagai alasan untuk berhenti berkembang. Pengalaman dan proses yang telah dilalui bersama tim, menurutnya, merupakan hal berharga yang patut dibanggakan.
“Bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, tetap semangat. Pengalaman dan proses yang telah dilalui bersama tim merupakan hal berharga yang patut dibanggakan. Yang terpenting, jangan berhenti berlatih, jangan takut mencoba, dan terus kembangkan kemampuan yang dimiliki,” pesannya.


Rektor UIN Syekh Wasil Kediri Wahidul Anam selaku tuan rumah turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kompetisi tersebut. Ia mengaku kagum karena baru pertama kali menyaksikan secara langsung ajang baris-berbaris dengan format formasi yang unik, meriah, dan kreatif.
Menurut Wahidul Anam, penampilan para peserta memperlihatkan bahwa baris-berbaris tidak hanya menuntut ketepatan gerakan dan kedisiplinan, tetapi juga kreativitas, koordinasi, serta kekompakan dalam tim. Pengalaman tersebut menjadi salah satu hal menarik dari penyelenggaraan MDTC Seri 3 di lingkungan kampus.
Penulis: Berlyan Noviyanti | Editor: Ropingi el-Ishaq





