UINSW Newsroom – Bersama Anggota Dewan RI, KH. An’im Falahudin Mahrus, UIN Syekh Wasil Kediri gelar pendampingan wisata kuliner halal kepada puluhan pelaku usaha mikro dan kecil di Aula Kelurahan Ngronggo Kota Kediri pada Sabtu (15/11/2015).
Acara pendampingan wisata halal ini digelar dalam rangka menindaklanjuti program kampung halal yang telah dideklarasikan pada awal Mei 2025 yang lalu. Dalam acara Halal Fest yang dihadiri Mbak Wali, Kelurahan Ngronggo meresmikan ‘omah halal’ sebagai central sertifikasi produk halal di Ngronggo.
Pendampingan wisata halal ini menghadirkan dua narasumber, yakni Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Reublik Indonesia Komisi VIII, KH. An’im Falahudin Mahrus. Pemateri kedua yang dihadirkan adalah Owner Tahu GTT, Gatot Siswanto.
Kepala Kelurahan Ngronggi, Ahmad Koharudin, dalam sambutannya men yampaikan bahwa Ngronggo memiliki komimen untuk mendorong ekonomi kreatif dan halal. Selain Ngronggo telah mencanangkan sebagai kampung halal, juga mendorong pelaku-pelaku usaha ekonomi kreatif.
Menurut Direktur Halal Center UIN Kediri, Ropingi, wisata halal adalah salah satu hilir dari industri halal. Wisata halal menyuguhkan berbagai produk dari industri hulu yang ada. Oleh karena itu, aspek ini perlu didorong untuk menghadirkan produk-produk usaha mikro dan kecil yang telah bersertifikat halal.
KH. An’im Falahidin Mahrus yang akrab di sapa dengan Gus An’im, didapuk sebagai pemberi materi terkait dengan regulasi produk halal. “Setifikat halal itu penting bagi kita untuk menjamin tersedianya produk-produk yang halal. Saya pernah masuk di suatu restoran. Saya makan dan merasakan makanannya enak sekali. Tetapi ternyata dagingnya dari hewan yang tidak disembelih. Pantes gurih. Tetapi ini tidak halal.” Cerita Gus An’im kepada para peserta yang hadir.
“Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), LPH, dan Halal Center, harus progresif memberikan fasilitasi produk halal kepada para pelaku usaha. Jangan sampai sertifkat halal mempersulit para pelaku usaha. Tetapi jaminan produk halal diperlukan agar masyarakat merasa aman karena produk yang dikonsumsi telah tersertifikasi halal. Produk halal itu penting, karena berkaitan dengan kehidupan keagamaan.” Papar Gus An’im meyakinkan para peserta.
Di akhir penyampaian materi Gus An’im memberikan ijazah do’a kepada para peserta agar usahanya maju dan berkah.
Gatot Siswanto sebagai pelaku usaha, memberikan tip-tip menjalankan usaha kepada para peserta. “Saya telah menjalankan usaha belasan tahun. Saya mengurus sertifkat halal yang berbayar, jenengan semua ngurus sertifikat halal bayar boten?” tanyanya kepada para pelaku usaha yang hadir.
"Jenenhan semua harus bersyukur difasilitasi oleh pemerintah sehingga bisa memproleh sertifikat halal secara gratis," tegas gatot, menyemangati para pelaku usaha yang hadir.
Sebagai informasi tambahan, kegiatan ini dihadiri oleh 55 pelaku usaha yang berdomisili di Ngronggo dan 40 pendamping proses produk halal yang berada di bawah naungan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) UIN Syekh Wasil Kediri.
Penulis: Aziza Anggi Maiyanti (kont) I Editor: Ropingi el-Ishaq






