UINSW Newsroom – Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag RI, Ruchman Basori, menyebut bahwa menjaga Indonesia dan menjaga keislaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengamalan ajaran agama, khususnya bagi generasi muda yang kelak menjadi penerus bangsa. Hal tersebut disampaikan Ruchman pada kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Syekh Wasil Kediri yang berlangsung di Gedung Sport Center UIN Syekh Wasil Kediri, Selasa (25/8/2026).
Dalam pemaparannya, Ruchman Basori menekankan pentingnya mahasiswa memahami agama secara benar sekaligus memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan kehidupan berbangsa. Menurutnya, Indonesia yang aman dan damai menjadi prasyarat agar kehidupan beragama dan perekonomian dapat berjalan dengan baik.
"Kita harus menjaga Indonesia dan keislaman kita. Menjaga Indonesia juga berarti mengamalkan ajaran agama,” ujarnya di hadapan mahasiswa baru UIN Syekh Wasil Kediri.


Ia menjelaskan bahwa karakter mahasiswa yang dibutuhkan saat ini bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kritis dalam menyikapi berbagai persoalan. Mahasiswa didorong untuk menjadi warga media sosial yang sehat, mampu melakukan counter narrative terhadap berbagai narasi dan ideologi yang mengarah pada intoleransi, radikalisme, maupun kerusakan lingkungan.
Ruchman juga mengajak mahasiswa untuk membangun karakter unggul dengan menjadi pribadi yang ‘the best, the first, and different’. Selain berprestasi di bidang akademik, mahasiswa diharapkan aktif mengambil peran dalam kehidupan sosial melalui berbagai aktivitas kemahasiswaan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan mahasiswa agar mampu mengelola kehidupan keberagamaan dengan baik. Moderasi beragama, menurutnya, menjadi salah satu ikhtiar Kementerian Agama dalam menjaga kehidupan beragama agar tetap berada di jalan yang seimbang, damai, dan menghargai keberagaman.
“Yang perlu dimoderasi itu pahamnya dan orangnya. Mari kita kelola dengan baik agar adik-adik menjadi orang yang moderat,” tutur Ruchman.
Melalui materi tersebut, mahasiswa baru UIN Syekh Wasil Kediri diajak untuk tidak hanya menjadi insan akademis, tetapi juga generasi yang memiliki kepedulian terhadap bangsa, lingkungan, serta kehidupan keberagamaan yang harmonis. Semangat moderasi diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mengambil peran nyata membangun Indonesia yang aman, damai, berkemajuan, dan tetap berpegang pada nilai-nilai agama.
Penulis: Berlyan N | Editor: Ropingi el-Ishaq





