UINSW Newsroom – Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia Ismail Cawidu yang hadir pada kegiatan pembinaan pegawai di UIN Syekh Wasil Kediri, Jumat (28/8/2026) menyampaikan apresiasi atas capaian predikat Informatif yang telah diraih oleh UIN Syekh Wasil Kediri dan berharap UIN Syekh Wasil Kediri dapat mempertahankan predikat Informatif yang telah diraih.
Rektor UIN Syekh Wasil Kediri Wahidul Anam menyampaikan bahwa implementasi keterbukaan informasi telah berjalan disertai dengan keikutsertaan pada kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang diselenggarakan setiap tahun oleh Komisi Informasi Pusat.
“Alhamdulillah, UIN Syekh Wasil Kediri pada tahun 2024 dan 2025 telah meraih predikat Informatif dalam monev keterbukaan informasi publik. Pada tahun 2025 lalu, UIN Syekh Wasil Kediri berhasil meraih peringkat 3 terbaik di lingkup PTKN dan 10 besar PTN,” tutur Wahidul Anam.
Capaian yang diperoleh UIN Syekh Wasil Kediri ini mendapat apresiasi dari Ismail Cawidu. Ia menyebut pada tahun 2025, dari 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berada di bawah naungan Kementerian Agama, baru 11 PTKIN yang mendapatkan penghargaaan sebagai Badan Publik Informatif kategori Perguruan Tinggi Negeri, salah satunya UIN Syekh Wasil Kediri.

Ismail menambahkan, upaya penguatan keterbukaan informasi telah dilaksanakan oleh Kementerian Agama pusat, dibuktikan dengan penghargaan sebanyak 8 kali berturut-turut sebagai badan publik informatif. Namun demikian, perlu ada evaluasi serta peningkatan tata kelola informasi di lingkup PTKIN agar jumlah badan publik informatif dapat meningkat.
“Bapak Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menargetkan pada tahun 2026, jumlah PTKN penerima penghargaan sebagai perguruan tinggi informatif meningkat 50 hingga 100%,” ujar Ismail.
Melalui filosofi rumah kaca dan prinsip ‘maximum access, limited exemption’ atau MALE, Ismail berharap PTKIN dapat mendukung terlaksananya keterbukaan informasi sebagaimana yang diamanatkan pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.
Melalui implementasi prinsip tersebut, Ismail berharap budaya keterbukaan informasi di lingkungan UIN Syekh Wasil Kediri dapat senantiasa diperkuat. Ia juga berharap UIN Syekh Wasil Kediri dapat mempertahankan predikat Informatif yang telah diraih.
Penulis: Zuhrufi | Editor: Ropingi el-Ishaq





