UINSW Newsroom – Wakil Rektor 2 UIN Syekh Wasil Kediri, Muhammad Muhaimin dalam amanatnya pada Apel Pagi, Senin (20/7/2026) menyebut bahwa predikat akreditasi “Unggul”, sertifikasi ISO 21001:2018, dan predikat “Informatif” yang telah diraih oleh UIN Syekh Wasil Kediri merupakan capaian penting bagi institusi. Namun demikian, seluruh sivitas akademika diingatkan agar tidak terlena maupun berpuas diri atas berbagai penghargaan tersebut, melainkan menjadikannya sebagai pemacu untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menganalogikan dengan final liga piala dunia yang berlangsung pada dini hari lalu, Muhaimin menegaskan bahwa raihan penghargaan memiliki makna yang berbeda dengan sebuah kejuaraan. Jika dalam sebuah kompetisi tujuan utamanya adalah menjadi juara, maka raihan penghargaan atas kinerja bukanlah tujuan akhir, melainkan cerminan sejauh mana institusi telah menjalankan standar mutu yang ditetapkan.
"Predikat Akreditas Unggul, sertifikasi ISO, maupun Informatif bukan sekadar sertifikat yang harus dibanggakan. Semua itu merupakan instrumen untuk menilai diri kita, apakah pelayanan yang kita berikan setiap hari benar-benar telah sesuai dengan standar yang ditetapkan," tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa berbagai indikator dalam akreditasi sejatinya merupakan panduan dalam menjalankan tata kelola dan pelayanan di lingkungan perguruan tinggi. Oleh karena itu, nilai-nilai yang terkandung dalam setiap poin akreditasi perlu diimplementasikan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari.
Muhaimin menyebut bahwa apabila standar pelayanan telah menjadi rutinitas dan kebiasaan, maka proses akreditasi tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan menjadi cerminan dari kinerja yang telah dijalankan dengan baik.
Tidak hanya itu, Muhaimin juga mengingatkan bahwa tugas utama sebagai aparatur sipil negara adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan demikian, ia berharap sivitas akademika UIN Syekh Wasil Kediri dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab tidak hanya sebagai bentuk pengabdian kepada negara, tetapi juga sebagai bentuk ibadah.
Penulis: Zuhrufi | Editor: Ropingi el-Ishaq





